Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Tokoh Dunia Jadi Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

Kamis 16 Jan 2020 12:34 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani

Pemindahan ibu kota

Pemindahan ibu kota

Foto: twitter @jokowi
Jokowi ingin membangun kepercayaan internasional dengan gandeng tokoh dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tiga tokoh dunia menjadi dewan pengarah ibu kota baru di Kalimantan Timur. Menurut Presiden, penunjukan tersebut sebagai salah satu upaya untuk membangun kepercayaan internasional.

"Tadi saya sampaikan bahwa yang ingin kita bangun adalah trust, membangun trust," ujar Jokowi di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/1).

Ketiga tokoh dunia tersebut yakni Sheikh Mohamed bin Zayed, Masayoshi Son, dan juga Tony Blair. Ia menjelaskan, ketiga tokoh dunia ini memiliki pengalaman yang baik di bidang pembangunan kota.

Jokowi menyebutkan, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed memiliki pengalaman dalam merombak total Abu Dhabi dan membangun kota baru, Masdar City.

"Dan memiliki reputasi yang sangat baik di dunia," tambahnya.

Selain itu, CEO Softbank Masayoshi Son juga memiliki reputasi yang baik pula di bidang teknologi dan keuangan. Sedangkan mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007 Tony Blair disebutnya memiliki pengalaman yang baik di bidang pemerintahan.

"Figur-figur seperti ini yang diperlukan. Kemudian bapak Tony Blair juga sama, mempunyai reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Saya kira memang ingin kita bangun trust internasional ada apa yang ingin kita kerjakan," jelas Jokowi.

Sebelumnya, pada Senin (13/1), Presiden Jokowi meminta Putra Mahkota Abu Dhabi menjadi dewan pengarah dalam membangun ibu kota baru negara di Kalimantan Timur. Pembangunan ibu kota baru tersebut akan dilakukan di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA