Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Donald Trump Sebut Pemakzulan Terhadap Dirinya Hoax

Kamis 16 Jan 2020 09:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: AP Photo/Tony Dejak
House of Representative AS akan mengirim pasal pemakzulan Donald Trump ke Senat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donad trump">Trump menyebut bahwa pemakzulan terhadap dirinya adalah berita bohong atau hoax. Hal itu disampaikan Trump di sela-sela penandatanganan kesepakatan perdagangan tahap satu dengan China di East Room, Gedung Putih, Washington.

Baca Juga

Penandatanganan kesepakatan perdagangan tersebut dihadiri oleh 27 anggota Kongres AS. Dalam pidatonya, Trump menyinggung tentang pemungutan suara yang sedang berlangsung di House of Representative untuk memberikan pasal pemakzulan kepada Senat.

"Beberapa anggota Kongres sedang melangsungkan pemilihan untuk hoax pemakzulan, saya lebih suka Anda pergi memilih ketimbang duduk di sini mendengarkan saya. Ada hoax yang berkembang di luar sana," ujar Trump dilansir CNN.

Pernyataan Trump itu bertepatan dengan persiapan House of Representative mengirim pasal-pasal pemakzulan Trump ke Senat. Pemungutan suara yang berlangsung pada Rabu (18/12) malam setempat memperlihatkan sebanyak 230 anggota House sepakat memakzulkan Trump, sementara 197 lainnya menolak.

Hasil itu diperoleh dilakukan setelah House berdebat selama 10 jam dalam rapat. Sebanyak 229 anggota the House juga sepakat memakzulkan Trump karena dinilai merendahkan kewenangan Kongres. Persidangan pemakzulan Presiden Trump di Senat AS akan dimulai pekan depan.

Ketegangan antara Ketua House of Representative Nancy Pelosi yang berasal dari Partai Demokrat dan Ketua Mayoritas Senat Mitch McConnell dari Partai Republik menjadi uji coba dua kekuatan utama di Kongres. Mereka akan menentukan bagaimana sidang pemakzulan ketiga dalam sejarah Amerika digelar. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA