Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Luhut: Kebijakan B30 Berkontribusi pada Neraca Perdagangan

Kamis 16 Jan 2020 04:55 WIB

Red: Friska Yolanda

Neraca perdagangan

Neraca perdagangan

Foto: Tim infografis Republika
BPS mencatat penurunan tajam neraca perdagangan sepanjang 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menilai bahwa penerapan biodiesel berkontribusi terhadap kinerja neraca perdagangan Indonesia. Defisit neraca perdagangan Indonesia berpotensi terus menurun seiring dengan implementasi penerapan biodiesel yang terus ditingkatkan.

Baca Juga

"Defisit neraca dagang kita mengecil dibandingkan tahun lalu, sekarang kan impor-impor kita berkurang gara-gara B20 dan B30," ujar Luhut ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1).

Penerapan biodiesel, menurut dia, juga memberikan efek positif yakni mengurangi ketergantungan Indonesia dengan impor BBM termasuk solar yang tinggi. "Penurunan defisit gara-gara B20, B30, B40, B50 dan seterusnya," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat neraca perdagangan Indonesia pada 2019 mengalami defisit yang turun tajam, yakni sebesar 3,2 miliar dolar AS. Total ekspor pada periode Januari-Desember 2019 sebesar 167,53 miliar dolar AS dan impor 170,72 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga mengatakan, nilai tukar rupiah juga relatif terjaga fluktuasinya di level Rp13.600 per dolar AS. Kendati demikian, ia mengatakan, apresiasi rupiah terhadap dolar AS diharapkan tidak terlalu cepat sehingga tidak menggangu kinerja ekspor nasional.

"Market tidak bisa dibohongi, dilihat defisit kita membaik. Artinya, menunjukkan bahwa langkah-langkah pemerintah sudah bertambah baik," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA