Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Mahathir Respons Ancaman India Soal Setop Impor Minyak Sawit

Kamis 16 Jan 2020 01:45 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Friska Yolanda

Kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak goreng dan diekspor ke berbagai negara

Kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak goreng dan diekspor ke berbagai negara

Foto: Humas Kementan
India adalah pembeli minyak kepala sawit terbesar Malaysia pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia mengungkapkan keprihatinannya terhadap pembatasan impor baru di India terkait minyak sawit. Meskipun demikian, perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan dirinya akan terus berbicara tentang hal-hal yang menurutnya merugikan negaranya secara finansial.

Baca Juga

India merupakan pembeli minyak nabati terbesar di dunia. Namun, pekan lalu negara tersebut mengubah aturan yang melarang impor sawit olahan dari Malaysia, produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

Langkah itu dilakukan setelah New Delhi keberatan dengan kritik Mahathir terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan baru berbasis agama di India. Mahathir yang blak-blakan membuat hubungan antara negaranya dengan India dan Arab Saudi memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Ia sebelumnya menuduh India menginvasi wilayah mayoritas Muslim yang disengketakan di Kashmir. Ketika kilang kelapa sawit Malaysia menghadapi kerugian bisnis, Mahathir mengatakan pihaknya akan menemukan solusi.

Ia juga berpendapat, akan salah jika pihaknya membiarkan sesuatu yang salah dan hanya memikirkan uang yang akan berkurang. "Tentu saja kami prihatin karena kami menjual banyak minyak sawit ke India, tapi di sisi lain kami harus jujur dan melihat bahwa jika ada yang salah, kami harus mengatakannya," kata Mahathir menegaskan.

Reuters sebelumnya melaporkan pada Senin (13/1), pemerintah India secara tidak resmi telah menginstruksikan pedagang di sana untuk menghindari minyak sawit dari Malaysia. Kementerian Luar Negeri India mengatakan bahwa pembatasan kelapa sawit tidak spesifik untuk negara tertentu. Namun, status kedua negara adalah sesuatu yang akan dipertimbangkan.

India adalah pembeli minyak kepala sawit terbesar Malaysia pada 2019 dengan total 4,4 juta ton pembelian. Pada 2020, pembelian bisa turun di bawah 1 juta ton jika hubungan keduanya tidak membaik.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA