Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Tiga Tuntutan Ojek Daring Disetujui Dirjen Perhubungan Darat

Kamis 16 Jan 2020 03:46 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah pengemudi angkutan ojek berbasis daring (ojek online) berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Sejumlah pengemudi angkutan ojek berbasis daring (ojek online) berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Gubernur dan wali kota akan menentukan tarif ojek daring untuk masing-masing wilayah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ketua DPP gabungan roda dua angkatan darat Kalimantan Timur, Fadel Baher mengatakan tuntutan ojek daring diterima Dirjen perhubungan darat. Meskipun, diskusi yang dilakukan ia nilai berjalan cukup alot. 

Baca Juga

"Kami mengajukan tiga tuntutan ke Kemenhub, dan alhamdulillah akan disetujui," katanya kepada Republika.co.id, Rabu (15/1). 

Dia menegaskan, tuntutan pertama yang disetujui adalah masalah tarif ojek daring. Di mana menurut dia, Dirjen Perhubungan Darat telah menyetujui tarif ojek daring dikembalikan ke daerah masing-masing. 

"Artinya gubernur dan wali kota akan menentukan tarif ojek daring untuk masing-masing wilayah," katanya. 

Fadel melanjutkan, tuntutan kedua yang diterima adalah, permasalahan payung hukum ojek daring. Menurut dia, dengan adanya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019, arah payung hukum akan lebih dibuka. 

"Dan ini akan dibahas pada 9 Februari mendatang," ungkap dia. 

Dia menegaskan, pertemuan dengan komisi V DPR RI pada 5 Februari mendatang akan membicarakan pentingnya ojek daring dan kepentingan pengemudi ojek itu sendiri. 

Di akhir, dia menambahkan, pihaknya meminta agar pendaftaran ojek daring di daerah padat ditutup secepatnya. Sebab, hal tersebut akan membuat pengemudi lainnya yang sudah lama tidak mendapat kesejahteraan. 

"Terutama daerah Jawa yang menurut kami sudah padat dan Kalimantan," tutur dia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA