Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Dinkes Demak Cegah Wabah Leptospirosis Usai Banjir

Rabu 15 Jan 2020 18:39 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Warga bertahan di depan rumahnya yang terendam banjir akibat Sungai Tuntang jebol di Desa Trimulyo, Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2020).

Warga bertahan di depan rumahnya yang terendam banjir akibat Sungai Tuntang jebol di Desa Trimulyo, Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2020).

Foto: Antara/Aji Styawan
Demak merupakan daerah endemik bakteri penyebab leptospirosis.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Demak melakukan penyemprotan desinfeksi di lokasi eks genangan banjir. Penyemprotan dilakukan di sejumlah desa yang ada di wilayah Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Baca Juga

Penyemprotan antibakteri ini dilakukan untuk mengantisipasi wabah penyakit yang rentan muncul setelah terjadi genangan banjir, seperti leptospirosis, diare, Demam Berdarah Dengue dan lainnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Demak, Agus Priyanto mengatakan, menyusul terjadinya banjir di sejumlah desa di Kecamatan Guntur ini, Dinkes Kabupaten Demak mewaspadai berbagai penyakit yang rentan muncul setelah genangan banjir.

Terutama adalah kewaspadaan terhadap wabah penyakit leptospirosis. “Apalagi Kabupaten Demak merupakan daerah endemik penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira tersebut,” ungkapnya, Rabu (15/1).

Menurutnya, hari ini Dinkes Kabupaten Demak mulai melaksanakan penyemprotan desinfeksi guna mematikan kuman-kuman dan bakteri di sekitar lokasi eks genangan banjir di wilayah Kecamatan Guntur.

Upaya ini dilaksanakan masing- masing di sekitar sumur gali, kemudian di lingkungan sekitar warga. Masyarakat yang punya alat semprot pertanian juga dibantu dengan membuatkan campuran air dengan kaporit, dengan ketentuan dosis satu ember banding dua sendok makan kaporit.

Guna mendukung kegiatan ini, Dinkes Kabupaten Demak juga telah menyediakan kaporit di semua balai desa yang sebelumnya terdampak banjir. Stok kaporit ini selanjutnya akan dibagikan kepada warga di sekitar lokus banjir untuk melakukan penyemprotan mandiri dengan koordinasi petugas kesehatan serta bidan desa.

“Kalau nanti masih kurang, pihak desa bisa berkoordinasi langsung dengan Puskesmas masing- masing atau langsung dengan Dinkes Kabupaten Demak. Sehingga nantinya kebutuhan warga yang terdampak banjir bisa terpenuhi,” kata dia.

Agus juga menyampaikan, bakteri penyebab penularan penyakit leptospirosis kalau tidak ditangani rentan terjadi wabah. Karena wilayah yang menjadi sasaran penyemprotan Desinfeksi ini baru saja terdampak genangan banjir.

Penyakit leptospirosis, kalau tidak ditangani dampaknya bisa fatal dan penderitanya bisa meninggal dunia. Selain itu gejala penyakit ini juga mirip dengan penyakit lain, yang ditandai dengan demam, panas tinggi kemudian dan dalam kondisi yang akut bisa menyerang ginjal.

“Jadi kalau ada gejala panas tinggi mata menguning itu harus segera dibawa ke fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tegas Agus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA