Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

CAIR: Tingkah Trump Bisa Membahayakan Muslim AS dan Sikh

Rabu 15 Jan 2020 16:42 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

CAIR: Tingkah Trump Bisa Membahayakan Muslim AS dan Sikh.

CAIR: Tingkah Trump Bisa Membahayakan Muslim AS dan Sikh.

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Trump me-retweet foto editan ketua parlemen mengenakan jilbab.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), yang merupakan organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar dan organisasi advokasi, menyebut retweet dari Trump merupakan ejekan kekanak-kanakan. Bahkan mereka menegaskan, hal itu bisa membahayakan anggota komunitas Muslim Amerika dan Sikh.

CAIR juga menekankan, sangat khawatir karena retweet oleh Trump bisa semakin membahayakan eksistensi lelaki Sikh. Lelaki Sikh mengenakan serban khas mereka dan jenggot sebagai keyakinan. Namun, karena meningkatnya islamofobia, mereka mengaku menjadi sasaran warga fanatik yang mengira mereka sebagai Muslim.

“Hari ini, (Trump) kekanak-kanakan, tidak sopan dan ofensif. Retweet dari gambar editan islamofobia dari Ketua House of Representative Nancy Pelosi dan Senator Chuck Schumer membahayakan Muslim Amerika, Sikh dan anggota agama lain,” ujar Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad seperti dilansir CAIR , Rabu (15/1).

Padahal hingga saat ini pun, di catatan FBI, ada setidaknya peningkatan 200 persen kejahatan atas Sikh sebelumnya. Dengan adanya retweet tersebut berpotensi semakin memperparah.

Retweet oleh Trump dari akun @ D0wn_Under, yang menulis: "Para korup yang berusaha melakukan yang terbaik untuk datang ke penyelamatan Ayatollah. #NancyPelosiFakeNews" dilakukan Trump untuk mengejek Pelosi dan Schumer. Keduanya digambarkan memakai hijab dan serban dengan latar belakang bendera Iran.

Awad menambahkan, Presiden Trump telah berulang kali menargetkan Islam dan Muslim yang disertai islamofobia. Bahkan menurutnya, kebijakan larangan Muslim itu berpotensi untuk menyebar ke negara lainnya.

“Kefanatikan seperti itu tidak normal dan tidak boleh diterima,” kata Awad.

Dia juga telah mencatat berbagai fakta yang menunjukkan lonjakan kefanatikan yang menargetkan Muslim Amerika, imigran dan anggota kelompok minoritas lainnya sejak Trump terpilih sebagai Presiden AS.

Tak berhenti di situ, pada April tahun lalu, CAIR Los Angeles juga menerima ancaman bom ke kantornya oleh anonim. Bahkan ancaman itu, terjadi tak lama dari penggalangan dana tahunan Valley Banquet, yang menampilkan anggota parlemen Muslim Ilhan Omar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA