Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Jokowi dan Pangeran Abu Dhabi Sepakati Investasi Rp 315 T

Senin 13 Jan 2020 09:51 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Presiden Joko Widodo memberi hormat sebelum bertolak ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (12/1/2020).

Presiden Joko Widodo memberi hormat sebelum bertolak ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (12/1/2020).

Foto: Antara/HO/Laily Rachev
Sebanyak 16 perjanjian kerja sama disepakati, termasuk investasi di berbagai bidang.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed Bin Zayed sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA). Kesepakatan ini diambil setelah kedua pimpinan negara tersebut bertemu di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, Ahad (12/1). Secara total, nilai investasi yang disepakati kedua negara sebesar 22,89 miliar dolar AS atau setara Rp 314,9 triliun.

"UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi," jelas Presiden Jokowi.

Sementara itu Pangeran Mohamed Bin Zayed mengakui bahwa hubungan kedua negara sangat berpeluang untuk ditingkatkan. Putra Mahkota juga menyaksikan pertukaran 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan UEA.

Keenam belas perjanjian tersebut terdiri dari lima perjanjian antarpemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme. Sisanya, 11 perjanjian bisnis yang mencakup bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Total investasi diproyeksi senilai 22,89 miliar dolar AS atau setara Rp 314,9 triliun.

"Kita dapat memulai era baru hubungan kedua negara yang lebih erat," ujar Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kesepakatan yang dihasilkan adalah 16 kerja sama yang terbagi 5 kerja sama antara pemerintah dan 11 kerja sama antara pelaku usaha. Kerja sama ini disebut sebagai deal terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Ini istilahnya Presiden kepada Putra Mahkota adalah satu deal terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di Timur Tengah yakni UEA,” kata Luhut di Emirates Palace Hotel Abu Dhabi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA