Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Pemerintah Inggris Resmikan Misi untuk ASEAN

Rabu 15 Jan 2020 14:05 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Pemerintah Inggris meresmikan Misi Inggris untuk ASEAN di Kedutaan Besar Inggris. Ilustrasi.

Pemerintah Inggris meresmikan Misi Inggris untuk ASEAN di Kedutaan Besar Inggris. Ilustrasi.

Foto: ANTARA
Pemerintah Inggris meresmikan Misi Inggris untuk ASEAN di Kedutaan Besar Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Inggris, melalui Menteri untuk Asia Pasifik Heather Wheeler, meresmikan Misi Inggris untuk ASEAN. Peresmian berlangsung di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Rabu.

"Ini bukan hanya perihal seberapa besar pengaruh negara-negara Asia Tenggara untuk Inggris di lingkup dunia, namun juga soal pengakuan akan peran penting ASEAN dalam mewakili kepentingan kawasan serta menguatkan sistem multilateral," ujar Wheeler dalam pidatonya.

Terkait peran itu, Wheeler menyebut bahwa dia telah melihat bukti nyata dari kunjungannya ke Indonesia 14-15 Januari 2020 ini serta ke Laos, Kamboja, dan Thailand pada tahun lalu. "Negara ASEAN dan Inggris berkolaborasi dalam banyak bidang. Mulai dari pertahanan dan keamanan hingga beasiswa pelajar, juga mulai dari pelatihan guru hingga penelitian canggih dan resistensi antimikroba, serta penanggulangan perubahan iklim," kata dia.

Dalam bidang pertahanan, sebagai contoh, Inggris menjalin relasi khusus dengan delapan negara ASEAN melalui penempatan Atase Pertahanan dan Penasihat Pertahanan. Atase tersebut ditempatkan di Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dalam bidang pendidikan, tercatat sebanyak lebih dari 40 ribu pelajar ASEAN menempuh pendidikan di Inggris saat ini. Selain itu 36 ribu guru bahasa Inggris negara ASEAN mendapat pelatihan dari yayasan pendidikan pemerintah Inggris, the British Council.

Wheeler menyebut hubungan Inggris dengan ASEAN jelas sangat berarti, khususnya jika dikaitkan dengan transaksi ekonomi. Catatan total perdagangan barang dan jasa antara kedua belah pihak pada 2018 mencapai 37,2 miliar poundsterling, atau sekitar Rp 662 triliun.

Duta Besar Inggris untuk ASEAN Jon Lambe mengungkap rasa terima kasih kepada ASEAN, juga Indonesia yang menjadi tuan rumah sekretariat ASEAN, atas dukungan kepada pemerintah Inggris. Ia menyebut akan bekerja keras meningkatkan hubungan kedua belah pihak.

"Ini adalah peresmian sejak diumumkan pertama kali pada Oktober 2018 bahwa Inggris akan membuka Misi untuk ASEAN, sehingga hari ini merupakan puncak dari berbagai kerja keras, perencanaan, dan persiapan," kata Lambe yang mulai menjabat pada November 2019.

Lambe menjadi pejabat yang pertama mengisi posisi duta besar Inggris untuk ASEAN secara khusus. Dia menggantikan Moazzam Malik yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA