Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Sidang Pemakzulan Trump Dimulai Pekan Depan

Rabu 15 Jan 2020 11:51 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Persidangan pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Senat AS akan dimulai pekan depan. Ketua House of Representatives Nancy Pelosi mengumumkan akan memimpin House dalam melakukan voting pada Rabu (15/1). Ilustrasi.

Persidangan pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Senat AS akan dimulai pekan depan. Ketua House of Representatives Nancy Pelosi mengumumkan akan memimpin House dalam melakukan voting pada Rabu (15/1). Ilustrasi.

Foto: AP
Persidangan pemakzulan Donald Trump di Senat AS akan dimulai pekan depan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Persidangan pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Senat AS akan dimulai pekan depan. Ketua House of Representatives Nancy Pelosi mengumumkan akan memimpin House dalam melakukan voting pada Rabu (15/1) waktu setempat guna menentukan pasal-pasal pemakzulan Trump untuk dikirim ke Senat.

Pelosi mengatakan House akan melanjutkan pemungutan suara untuk mentransmisikan pasal-pasal pemakzulan dan menunjuk manajer pemakzulan di House. Ketua Senat Mitch McConnell kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia menduga akan terlibat dalam fase awal persidangan pekan ini. Termasuk pengambilan sumpah dari para senator sebagai juri.

"Tindakan pengadilan substanti akan dimulai pada Selasa pekan depan," kata dia dilansir Washington Post, Rabu (15/1).

Tiga komite House mengirim catatan telepon tambahan dan bukti lainnya ke House Judiciary Committe yang mendesak Trump menghormati permintaan Kongres untuk dokumen lebih lanjut. Trump juga menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan obstruksi Kongres. Sebanyak 100 senator bakal menjadi hakim. Panel diharapkan akan mengirimkan bukti baru ke Senat pada Rabu.

Inti dari kasus pemakzulan ini adalah tuduhan bahwa Trump mencoba memanfaatkan pertemuan Gedung Putih dan bantuan militer untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melakukan penyelidikan mantan wakil presiden Joe Biden dan anaknya, Hunter Biden, serta penyelidikan teori tidak berdasar bahwa Kiev berkonspirasi dengan Demokrat untuk ikut campur dalam pemilihan presiden 2016.

Dalam kesempatan kampanye di Milwaukee pada Selasa malam waktu setempat, Trump hanya singkat menyinggung pemakzulannya. Dia lagi-lagi menuduh Demokrat berupaya mengeluarkannya dari jabatan sebab takut tidak bisa mengalahkan dirinya di kotak suara pada pilpres.

"Ketika kita memulai tahun ini, ekonomi kita sedang booming, upah meningkat, kemiskinan anjlok, kejahatan menurun, dan Amerika adalah ke-iri-an untuk seluruh dunia," kata Trump. "Dan kemudian lawan kita berkata 'Kita tidak akan menang. Mari memakzulkan Presiden Trump'," ujarnya lagi.

Penyebutannya tentang pemakzulan memicu protes dari orang banyak. Tetapi tidak seperti pada demonstrasi sebelumnya, Trump dengan cepat bergerak, mendiskusikan hal-hal lain dalam agenda kongres, seperti kesepakatan perdagangan AS-Meksiko-Kanada.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA