Thursday, 5 Jumadil Akhir 1441 / 30 January 2020

Thursday, 5 Jumadil Akhir 1441 / 30 January 2020

Triniti Land Jadi Emiten Keenam Listing di BEI Tahun Ini

Rabu 15 Jan 2020 10:48 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Foto: Andika Wahyu/Antara
Triniti Land melepas sebanyak 1,09 miliar lembar saham ke publik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) resmi mencatatkan diri (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-6 di tahun 2020. Triniti Land akan diperdagangkan dengan kode emiten TRIN dan tergabung dalam sektor Properti, Real Estat dan Konstruksi Bangunan dan tercatat di papan utama dalam papan pencatatan saham.

President & CEO TRINITI LAND, Ishak Chandra mengatakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) merupakan langkah awal untuk meningkatkan kapasitas perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

"IPO akan menjadi modal dasar agar perusahaan lebih profesional dan transparan karena sekarang masyarakat akan menjadi pengawas perusahaan kami", kata Ishak, Rabu (15/1).

Melalui IPO, Triniti Land melepas sebanyak-banyaknya 1,09 miliar saham atau 25 persen dari jumlah seluruh modal disetor. Adapun harga penawaran perdana saham TRIN adalah sebesar Rp 200 per saham.

Dengan demikian, TRIN memperoleh pendanaan sebesar Rp 129,7 miliar dan juga melakukan konversi MCB (Mandatory Convertible Bonds) sebesar Rp 88,9 miliar lewat aksi korporasi ini. Triniti Land akan menggunakan keseluruhan dana yang diperoleh untuk melakukan ekspansi.

Ekspansi dilakukan dengan memberikan pinjaman kepada Entitas Anak, yaitu PT Triniti Menara Serpong (TMS) yang selanjutnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan pembangunan proyek Apartemen Collins Boulevard sebesar 35 persen.

Sebesar 35 persen dana juga akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Anak, yaitu PT Puri Triniti Batam (PTB) yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja dan
pembangunan proyek Marc’s Boulevard. Sisanya, sebesar 30 persen akan digunakan untuk biaya pengembangan dan modal kerja perseroan yang berupa biaya operasional Perseroan.

Dalam laporan keuangan perusahaan per Juni 2019, Triniti Land memiliki aset yang terus tumbuh menjadi sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara itu, perusahaan ini juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 131,79 miliar di bulan Juni 2019 atau naik sebesar 52 persen jika dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA