Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Parni Hadi Dorong Guru untuk Menulis

Rabu 15 Jan 2020 09:49 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Gita Amanda

Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Parni Hadi menorehkan tandatangannya pada prasasti peresmian SMA Smart Cibinong di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (14/1).

Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Parni Hadi menorehkan tandatangannya pada prasasti peresmian SMA Smart Cibinong di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (14/1).

Foto: Dompet Dhuafa
Menulis merupakan kegiatan yang menyengangkan dan bermanfaat dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Inisiator sekaligus Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Parni Hadi mendorong guru di Sekolah Smart Cibinong, Klapanunggal, Bogor untuk menulis. Hal itu, disampaikan Parni Hadi saat meluncurkan Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB) dan SMA Sekolah Smart Cibinong, Selasa (14/1).

"Saya ingin di Sekolah Smart Cibinong ini ada gerakan menulis. Gerakan ayo menulis dimulai dari guru-gurunya," ucap Parni Hadi, Selasa.

Baginya, menulis merupakan sebuah kegiatan yang begitu menyenangkan dan bermanfaat untuk dilakukan. Dengan menulis, manusia dapat mencatat sejarah tak terkecuali bagi semua kalangan.

"Saya ingin kita semua belajar menulis. Bangsa ini menurut data statistik sedikit sekali membuat buku dibanding bangsa lain. Padahal penduduknya besar," ucap Pemimpin Redaksi pertama Harian Republika itu.

Parni menyatakan akan dengan senang hati membantu dan membimbing untuk menghasilkan tulisan yang bermutu. Sehingga, tulisan yang dihasilkan dapat dijadikan sebuah karya berupa buku.

"Saya akan ajari gurunya menulis. Saya akan ajari buat buku, karena buku itu juga ada nilainya bagi para guru," katanya.

Selain itu, Parni Hadi meminta, baik guru maupun orang tua siswa di Sekolah Smart Cibinong turut serta mendorong anak untuk menulis. Sehingga, anak dapat terbiasa untuk menulis pada masa dewasa kelak.

Nantinya, gerakan ayo menulis dapat dikombinasikan dengan gerakan ayo bercinta-cita. Dengan begitu, siswa dapat menggambarkan cita-citanya dengan sebuah tulisan.

"Juga ibu-ibunya, orang tua menulis, bukan nulis di medsos (media sosial) tapi tulis yang bener. Apa tujuannya, apa manfaatnya," candanya kepada orang tua siswa.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA