Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Banjir Bandang Awal Tahun Hanyutkan 1.649 Rumah di Lebak

Rabu 15 Jan 2020 09:51 WIB

Red: Nur Aini

Warga membersihkan rumahnya yang dipenuhi puing dan lumpur setelah dilanda banjir di Kampung Somang, Sajira, Lebak, Banten, Selasa (14/1/2020).

Warga membersihkan rumahnya yang dipenuhi puing dan lumpur setelah dilanda banjir di Kampung Somang, Sajira, Lebak, Banten, Selasa (14/1/2020).

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Banjir bandang Lebak pada 1 Januari 2020 menghanyutkan rumah di tepi aliran sungai.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Banjir bandang yang melanda enam wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak pada 1 Januari 2020 menghanyutkan 1.649 rumah warga yang berada di tepi aliran sungai. Data tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca Juga

"Semua rumah warga yang hanyut itu lokasinya berada di tepi aliran sungai," kata Kepala Pelaksana BPBDKabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (15/1).

Banjir bandang akibat luapan air Sungai Ciberang melanda wilayah Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Maja, Curugbitung, dan Cimargadi Kabupaten Lebak pada 1 Januari. Selain menyebabkan 1.649 rumah hanyut, menurut data terkini dampak banjir bandang dan tanah longsor BPBD Lebak, bencana itu juga mengakibatkan 1.110 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 309 rumah rusak ringan.

Banjir juga menyebabkan kerusakan tiga kantor desa, satu kantor kecamatan, lima jaringan irigasi, 27 jembatan, 890,5 hektare sawah, 7,5 hektare lahan hortikultura, dan 10,3 hektare lahan perikanan. Menurut data BPBD, banjir tersebut menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, dua orang hilang, satu orang luka berat, dan 66 orang luka ringan serta memaksa warga banyak mengungsi.

Sebanyak 1.392 keluarga, menurut data BPBD Lebak, saat ini masih tinggal di Posko Pengungsian Dodiklatpur dan PGRI Kecamatan Sajira. Pemerintah Kabupaten Lebak sudah memperpanjang masa tanggap darurat bencana agar bisa memberikan pelayanan optimal kepada korban bencana.

"Kami tetap mengoptimalkan pelayanan dasar dengan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, pelayanan kesehatan, juga pemberian logistik," kata Kaprawi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA