Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Alquran dan Sejarah Penemuan Jasad Firaun

Rabu 15 Jan 2020 06:44 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Alquran dan Sejarah Penemuan Jasad Firaun. Foto: Sejumlah pengunjung memperhatikan mumi Raja Firaun ke-18 (Tuthankhamom) dari Mesir yang dipamerkan di Solo.

Alquran dan Sejarah Penemuan Jasad Firaun. Foto: Sejumlah pengunjung memperhatikan mumi Raja Firaun ke-18 (Tuthankhamom) dari Mesir yang dipamerkan di Solo.

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Alquran menjelaskan bahwa Firaun menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jauh sebelum ilmu pengetahuan modern mampu menemukan jasad Firaun, Alquran terlebih dulu mengisyaratkan bahwa jasadnya akan diketemukan. Namun, penemuan jasad tersebut ditujukan Allah sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya.

Baca Juga

Allah berfirman dalam Alquran Surah Yunus ayat 90-92 berbunyi: “Wa jawazna bi bani Israilal-bahra fa-atba’ahum firaunu wa junuduhu bagyan wa ‘adwan. Hatta idza adrakahul garaqa qala aamantu annahu la ilaha illalladzi aamanat bihi binuri Israila wa ana minal-muslimin. Al-aana wa qad‘'ashaita qablu wa kunta minal-mufsidin. Falyauma nunajjika bibadanika litakuna liman khalfaka aayatan wa inna katsiran minan-nasi an aayaatinaa laghafilun,”.

Yang artinya: “Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikuti oleh Fir’aun dan tentaranya, karena mereka hendak menganiaya dan menindas (Bani Israil). Ketika Fir’aun telah hampir tenggelam, ia berkata: saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang disembah oleh Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri (kepada-Nya). (Allah menyambut ucapan Fir'aun ini dengan berfirman) Apakah kamu (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu menjadi pelajaran bagi (generasi) yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami,”.

Pakar tafsir Indonesia, Prof Quraish Shihab, dalam bukunya berjudul Mukjizat Alquran menjelaskan, kalimat dalam ayat di atas yang perlu digarisbwahi adalah: “Hari ini Kami selamatkan badanmu, agar engkau menadi pelajaran bagi generasi yang datang sesudahmu,”.

Menurut beliau, masyarakat luas memang mengetahui bahwa Fir’aun tenggelam di Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan kaumnya. Tetapi menyangkut keselamatan badannya dan menjadi pelajaran bagi kaum sesudahnya, merupakan satu hal yang tidak diketahui pada masa Nabi Muhammad SAW. Bahkan hal ini pun tak disinggung dalam kitab Perjanjian Lama.

Seorang pakar sejarah Mesir Kuno, Maspero, dalam petunjuk bagi pengunjung Museum Mesir menjelaskan, penguasa Mesir yang tenggelam itu bernama Maneptah/Memptah. Yang kemudian oleh Sejarawan Driaton dan Vandel melalui dokumen-dokumen lain membuktikan bahwa penguasa Mesir itu memerintah antara 1224 sebelum masehi (SM) hingga 1214 SM.

Menurut Prof Quraish, pada masa Alquran turun pada 15 abad lalu, tidak seorang pun mengetahui sebenarnya penguasa yang tenggelam itu berada. Pada 1896, Purbakalawan Loret, menemukan jenazah tokoh tersebut dalam bentuk mumi di Wadi al-Muluk (Lembah Para Raja) yang berada di daerah Thaba, Luxor, seberang Sungai Nil, Mesir.

Pada 1907, seorang Ahli arkeologi dan sejarah, Elliot Smith, membuka pembalut-pembalut mumi itu dan ternyata badan Fir’aun tersebut dalam keadaan utuh. Kemudian pada Juni 1975, seorang Ahli Bedah asal Prancis, Maurice Bucaille, mendapat izin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut.

Dia menemukan bahwa jasad mumi itu merupakan Fir’aun yang meninggal di laut. Adapun bukti-bukti tanda meninggalnya di laut adalah, terdapat bekas-bekas garam yang memenuhi sekujur tubuhnya. Walaupun sebab kematiannya, menurut dia, diakibatkan oleh shock.

Bucaille pada akhirnya berkeseimpulan bahwa sangat agung dan suci contoh-contoh yang diberikan ayat Alquran tentang tubuh Fir’aun. Sebab, penyelidikan dan penemuan modern telah menunjukkan kebenaran dari risalah Alquran mengenai sejarah mengenai itu.

Kalau bukan karena kuasa Allah SWT, dari mana kiranya Rasulullah SAW dapat menyampaikan mengenai keberadaan jasad Fir’aun? Tak hanya itu, pada masa Nabi Muhammad SAW, tak ada satu pun masyarakat kala itu yang mengetahui bahwa jasad Fir’aun nantinya akan ditemukan sekaligus dijadikan pelajaran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA