Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Bank NTB Syariah Dapat Kuota 1.200 Rumah Bersubsidi

Rabu 15 Jan 2020 02:55 WIB

Red: Nidia Zuraya

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo

Foto: Bank NTB Syariah
Bank NTB Syariah sudah menjalin kerja sama dengan 25 perusahaan pengembang perumahan

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- PT Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) Syariah memperoleh kuota pembangunan perumahan bersubsidi sebanyak 1.200 unit pada 2020. Kuota ini diberikan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Program pembangunan perumahan bersubsidi tersebut mulai berjalan pada Januari 2020. Beda dengan tahun sebelumnya dilaksanakan pada Agustus-September," kata Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo di Mataram, Selasa (14/1).

Ia mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga menjanjikan akan menambah kuota jika Bank NTB Syariah mampu merealisasikan sebesar 70 persen dari kuota yang diberikan hingga semester I-2020. Untuk mencapai target, kata Kukuh, strateginya adalah membuat tim khusus seperti yang dilakukan pada 2020. Bahkan, tim tersebut akan ditambah untuk lebih memperkuat kinerja.

Tidak seperti tahun sebelumnya, hanya di dua cabang, yakni Kantor Cabang Selong, di Kabupaten Lombok Timur, dan Kantor Cabang Pejanggik, di Kota Mataram.

Kantor cabang lain yang akan diperkuat oleh tim khusus FLPP pada 2020 adalah Kantor Cabang Sumbawa, di Kabupaten Sumbawa, Kantor Cabang Taliwang di Kabupaten Sumbawa Barat, Kantor Cabang Gerung, di Kabupaten Lombok Barat, dan Kantor Cabang Karang Jangkong, di Kota Mataram.

Hal itu dilakukan agar realisasi penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi tidak hanya terpusat di Kantor Cabang Pejanggik, seperti pada 2019, di mana dari 1.065 unit yang dibukukan, hampir 900-an unit ada di Kantor Cabang Pejanggik.

"Diharapkan, pada 2020 nanti, realiasi penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi bisa lebih tersebar dan lebih cepat terealisasi," ujar Kukuh.

Bank NTB Syariah, kata dia, juga sudah menjalin kerja sama dengan 25 perusahaan pengembang perumahan. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah karena pengembang yang sudah menjadi mitra memberikan testimoni kepada pengembang lain bahwa Bank NTB Syariah sudah memberikan layanan FLPP.

"Bahkan yang menarik adalah punya pembiayaan sektor konstruksi yang bisa digandengkan dengan FLPP," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA