Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Ketua MPR: KPK Jangan Bekerja Sebagai Tunggangan Parpol

Selasa 14 Jan 2020 18:06 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Ketua MPR Bambang Soesatyo (keempat kiri) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri) Arsul Sani, Jazilul Fawaid dan Ahmad Basarah bertumpu tangan bersama dengan Ketua KPK Firli Bahuri (ketiga kanan), Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kedua kanan) dan Lili Pintauli Siregar (kanan) usai melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Ketua MPR Bambang Soesatyo (keempat kiri) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri) Arsul Sani, Jazilul Fawaid dan Ahmad Basarah bertumpu tangan bersama dengan Ketua KPK Firli Bahuri (ketiga kanan), Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kedua kanan) dan Lili Pintauli Siregar (kanan) usai melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Ketua MPR mengingatkan KPK untuk bekerja tidak sebagai tunggangan parpol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak menjadi tunggangan partai politik (parpol). Bamsoet juga mengingatkan esensi pemberantasan korupsi tidak hanya sekedar mengejar orang.

"Bahwa KPK tidak bekerja sebagai tunggangan parpol dan kepentingan apapun, kecuali kepentingan negara," ujar Bamsoet usai bertemu dengan KPK di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/1).

Bamsoet juga mengingatkan KPK mengenai esensi pemberantasan korupsi. Politikus Golkar itu mengatakan, esensi pemberantasan korupsi adalah menyelamatkan keuangan negara. Jadi, ia meminta KPK tidak hanya mengejar orang, tapi penyelamatan dan pengembalian kerugian negara.

"Bahwa ada yang berbuat, itu yang harus dihukum. Tapi intinya bukan mengejar orang, tapi mengejar pengembalian uang negara," katanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup selama tiga jam tersebut, KPK juga diminta untuk tak mengganggu iklim investasi di Indonesia. Sebab, pemerintah dinilai Bamsoet telah berusaha keras untuk membangun iklim investasi yang baik.

"Artinya tidak boleh ini menakut-nakuti atau menggangu iklim daripada investasi yang telah susah payah dibangun oleh pemerintah," ujar Bamsoet disambut anggukan dari Ketua KPK Firli Bahuri.

MPR tak lupa memberi apresiasi kepada KPK yang dinilai sudah baik dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberantas korupsi. Diharapkan, tugasnya dapat dilanjutkan dengan lebih baik. "Maka pertemuan ini menjadi penting dan strategis. Tidak saja bagi kami MPR, tapi juga bagi KPK, bangsa, dan negara," ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA