Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Israel Bantu Pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani

Selasa 14 Jan 2020 09:10 WIB

Red: Budi Raharjo

Mobil terbakar di Bandara International Baghdad setelah serangan udara, Jumat (3/1) dini hari. Pentagon pentagon menyatakan militer AS  telah membunuh Jendral Qassem Soleimani, kepala pasukan Quds Force, atas perintah Trump

Mobil terbakar di Bandara International Baghdad setelah serangan udara, Jumat (3/1) dini hari. Pentagon pentagon menyatakan militer AS telah membunuh Jendral Qassem Soleimani, kepala pasukan Quds Force, atas perintah Trump

Foto: Iraqi Prime Minister Press Office via AP
Israel memmbantu memberikan informasi intelijen kepada Badan Intelijen Pusat (CIA).

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Kamran Dikarma

Israel dilaporkan membantu Amerika Serikat (AS) dalam membunuh Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Hal itu dilakukan dengan memberikan informasi intelijen kepada Badan Intelijen Pusat (CIA).

Dalam laporannya pada Ahad (12/1), NBC menyebut CIA menerima informasi intelijen dari dua informan tentang penerbangan malam Soleimani dari Damaskus ke Baghdad. CIA kemudian memverifikasi keterangan tersebut.

Ternyata kedua informan itu memberikan informasi presisi. Soleimani terbang dari Damaskus ke Bandara Internasional Baghdad dengan menggunakan pesawat Airbus A320 Cham Wing.

Agen-agen intelijen AS kemudian dapat menentukan lokasi Soleimani. Washington pun mengerahkan tiga pesawat nirawak atau drone yang dipersenjatai dengan misil Hellfire. Semua pesawat itu terbang di atas wilayah udara yang dikontrol pasukan AS di Irak.

Mereka melacak pergerakan Soleimani di luar bandara. Saat itu Soleimani bersama pemimpin kelompok Kata'ib Hezbullah, Abu Mahdi al-Muhandis, bergerak dengan konvoi kendaraan.

Saat konvoi masih berada di sekitar Bandara Internasional Baghdad, pesawat drone AS menembakkan empat rudal Hellfire. Serangan tersebut seketika membunuh semua orang yang berada di dalam mobil.

Semua detail informasi itu diperoleh NBC dari dua sumber yang mengetahui operasi pembunuhan Soleimani. Sementara itu, New York Times melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan merupakan satu-satunya sekutu AS yang mengetahui rencana pembunuhan Soleimani.

Pada 1 Januari atau dua hari sebelum Soleimani dibunuh, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo disebut mengucapkan terima kasih kepada Netanyahu karena Israel telah membantu melawan agresi serta pengaruh Iran di kawasan. Kemudian, pada 2 Januari, sebelum bertolak ke Athena, Yunani, Netanyahu menyampaikan pernyataan di Bandara Ben Gurion. Pada kesempatan itu dia mengatakan bahwa kawasan Timur Tengah dibekap badai.

Hal-hal yang sangat dramatis, kata Netanyahu, terjadi di sana. "Kami waspada dan memantau situasi. Kami terus melakukan kontak dengan teman baik kami, AS, termasuk percakapan saya kemarin sore (dengan Pompeo)," ujar Netanyahu, seperti dikutip laman al-Araby. Serangan terhadap Soleimani terjadi hanya beberapa jam setelah Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut. n ed: yeyen rostiyan

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA