Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Dipanggil Jokowi, Ketua OJK Bahas Asabri dan Jiwasraya?

Selasa 14 Jan 2020 15:05 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan)

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kanan)

Foto: Antara/Reno Esnir
Wimboh memilih tutup mulut terkait topik pembahasan bersama Presiden Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Merdeka, Selasa (14/1) siang. Pertemuan antara keduanya berlangsung tertutup selama 45 menit.

Baca Juga

Usai pertemuan, Wimboh memilih tutup mulut terkait topik pembahasan bersama Presiden Jokowi. Namun dirinya tak menampik bahwa isu perkembangan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) turut dibahasa bersama presiden.

"Bahas umum saja, bahas ekonomi, bahas keuangan, nggak ada topik khusus. (Jiwasraya dan Asabri) nggak secara khusus, umum saja," ujar Wimboh sebelum meninggalkan istana, Selasa (14/1).

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan adanya indikasi kerugian portofolio dari sisi saham milik PT Asabri (Persero). Namun, belum diketahui jumlah kerugian yang dialami perseroan.

Kartika masih belum tahu waktu pasti dimulainya terdapat kerugian pada saham Asabri sebab masih dilakukan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, sekitar dua pertiga saham milik PT Asabri kini harganya di bawah harga saat penawaran umum perdana (IPO).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 13 Januari 2020, dari saham yang dimiliki Asabri di atas lima persen, sebanyak 8 dari 13 saham tersebut lebih rendah dari harga saat IPO. Dari delapan saham tersebut, empat di antaranya termasuk dalam saham gocap alias saham yang mentok di harga terendah di bursa yaitu Rp 50 per saham.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA