Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Ashmore Jadi Manajer Investasi Pertama yang Listing di BEI

Selasa 14 Jan 2020 14:11 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Aktivitas perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (30/12).

Aktivitas perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (30/12).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Ashmore melepas sebanyak-banyaknya 111,111 juta lembar saham.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. resmi mencatatkan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode saham AMOR ini merupakan perusahaan manajer investasi pertama yang listing di BEI. 

AMOR melantai di bursa saham melalui mekanisme penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). "Langkah kami masuk ke BEI melalui IPO ini merupakan strategi untuk meningkatkan kapasitas pendanaan dan tat kelola yang lebih baik," kata Presiden Direktur AMOR, Ronaldus Gandahusada, Selasa (14/1).

Perusahaan melepas sebanyak-banyaknya 111,111 juta lembar saham dengan harga penawaran Rp1.900 per saham. Melalui aksi korporasi ini perseroan pun dapat meraup dana segar sebesar Rp 211,11 miliar. 

Menurut Ronaldus, dana hasil IPO tersebut nantinya akan digunakan untuk memperluas jangkauan distribusi. Diantaranya dengan membangun infrastruktur teknologi informasi (TI) dan produk strategi. 

Ronaldus mengakui industri aset manajemen di Indonesia masih terbilang baru dan masih bertumbuh di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, penetrasi industri aset manajemen yang terlihat dari rasio dana kelolaan terhadap PDB masih sangat rendah. 

Meski demikian, Ronaldus optimistis dengan IPO ini perseroan berkesempatan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi dan industri. Hal tersebut didasarkan pada pertumbuhan yang telah dicapai perseroan di tiga tahun terakhir.

Menurut Ronaldus, dari Juni 2016 sampai Juni 2019, dana kelolaan perseroan mengalami pertumbuhan 33 persen setiap tahunnya. Persentase tersebut jauh di atas pertumbuhan industri yang hanya tumbuh 18 persen. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA