Monday, 13 Zulhijjah 1441 / 03 August 2020

Monday, 13 Zulhijjah 1441 / 03 August 2020

Heboh Keraton Agung Sejagat, Kekaisaran Dunia di Purworejo

Selasa 14 Jan 2020 14:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Keraton Agung Sejagat.

Keraton Agung Sejagat.

Foto: Tangkapan Layar Youtube.
Polisi masih mendalami soal keberadaan Keraton Agung Sejagat.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Beredar informasi di grup Whatsaap maupun media sosial soal kehadiran Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pada Ahad (12/1) mereka kabarkan menggelar Sidang Kraton Agung Sejagad dari pukul 20.00 sampai dengan 23.49. Acara diisi dari mulai penganugerahan 13 Resi hingga pembacaan silsilah tanah jawa sebagai ibu bumi Mataram, tanah tertua nusantara.

Sidang Keraton dipimpin (Rakai Mataram Agung Jaya Kusuma Wangsa Sanjaya / Totok Santoso Hadiningrat). Seperti dilansir kantor berita Antara, Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik setelah mereka mengadakan acara Wilujengan dan Kirab Budaya yang dilaksanakan dari Jumat (10/1) hingga Ahad (12/1).

Keraton Agung Sejagat, dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Berdasarkan informasi, pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat menegaskan Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Ia mengatakan Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518. Joyodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Kepolisian masih mendalami motif di balik berdirinya Keraton Agung Sejagat. "Kami ingin mengetahui motif apa di balik deklarasi kraton tersebut," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Selasa (14/1).

Menurut dia, jajaran intelijen dan reserse kriminal umum telah diterjunkan untuk mengumpulkan data-data berkaitan dengan keraton pimpinan Totok Santosa Hadiningrat tersebut.

Pengumpulan data tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan profil sekaligus aspek legalitasnya. "Negara kita adalah negara hukum. Pertama-tama kita akan mempelajari aspek legalitas," katanya. Kemudian, kata dia, aspek sosial kultural, termasuk kesejarahan.

Baca Juga

photo
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel

Secara terpisah, Kepolisian Resor Purworejo, Jawa Tengah bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana akan melakukan mengklarifikasi munculnya Keraton Agung Sejagat. "Kami mengetahui informasi tersebut, namun tindak lanjut belum bisa sampai langkah hukum dan kita akan bareng-bareng melakukan klarifikasi," kata Andis, di Purworejo, Senin.

Ia mengatakan hal ini perlu dilakukan karena belum ada konfirmasi langsung dari pimpinan keraton tersebut dan selama ini informasinya masih simpang siur.
"Kami memang sudah komunikasi dengan camat dan kades setempat tentang hal tersebut dan mereka akan lapor bupati lebih dulu," katanya pula.

Keberadaan keraton tersebut, ditandai dengan bangunan semacam pendopo yang belum selesai pembangunannya. Di sebelah utara pendopo, ada sebuah sendang (kolam) yang keberadaannya sangat disakralkan.

Pada lokasi tersebut, juga ada sebuah batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, dimana pada bagian kiri prasasti ada tanda dua telapak kaki, dan di bagian kanan ada semacam simbol. Prasasti ini disebut dengan Prasasti I Bumi Mataram.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA