Thursday, 5 Jumadil Akhir 1441 / 30 January 2020

Thursday, 5 Jumadil Akhir 1441 / 30 January 2020

Dongkrak Produksi Daging Nasional, UGM Kembangkan Sapi Gama

Senin 13 Jan 2020 17:27 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Sapi

Sapi

Foto: ist
Sapi gama merupakan perkawinan silang tiga jenis sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mengembangkan sapi gama. Gama merupakan singkatan dari gagah dan maco yang merupakan perkawinan silang tiga jenis sapi secara bersamaan.

Baca Juga

Ada sapi belgian blue, wagyu dan brahman. Ketiga jenis sapi memiliki keunggulan masing-masing seperti sapi belgian blue dikenal dengan sapi yang memiliki bobot yang besar dan berotot.

Sapi wagyu yang dikenal memiliki daging yang enak dan empuk. Sedangkan, sapi brahman memiliki lambung yang besar dan adaptif dengan ligkungan tropis.

"Kita targetkan pengembangan sapi gama ini selesai 20 tahun, sekarang sudah jalan sekitar enam tahun dengan umur dua tahun bobotnya 550-600 kilogram," kata Dekan FP UGM, Ali Agus, kepada wartawan, Senin (13/1).

Ali menerangkan, lama proses pengembangan sapi gama ini sangat wajar. Tujuannya, untuk mendapatkan turunan sapi yang stabil dengan berbagai data yang akan bisa didapatkan.

Apalagi, mereka belum memiliki data kualitas karkas dan kualitas daging. Sebab, mereka belum memotong sapi tersebut sampai menghasilkan tingkatan turunan yang diinginkan.

"Derdasarkan data yang dikumpulkan dari tim peneliti berat bobot sapi gama jauh lebih besar dibandingkan sapi lokal, selisih dengan sapi perwakinan silang lain mencapai 100 kilogram," ujar Ali.

Ali menjelaskan, untuk sapi jenis kawin silang lain memerlukan umur 3-4 tahun agar bisa mendapat bobot ideal untuk dipotong. Tapi, ia menyebut, sapi gama umur tiga tahun sudah berbobot 900 kilogram.  

Saat ini, ia mengungkapkan, sudah ada sekitar 200 ekor sapi gama yang sudah dikembangkan. Selanjutnya, akan terus dipelihara agar mendapat turunan sapi dengan genetik yang lebih baik dan stabil.

Pengembangannya menggandeng mitra agar pengawasan dan pemenuhan pakan lebih terkontrol. Pusat pengembangan ditempatkan di Instalasi Bengkel Sapi CV Berkah Andini Lestari, Widodomartani, Ngemplak, Sleman serta PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), Jambakan, Bayat, Klaten.

 Selama pengembangan, sapi mendapat pakan khusus dari limbah pertanian yang memakai formula multifunctional feed additive. Formula ini mengandung mineral, vitamin immunomodulator dan ekstrak herbal. Bila pengembangan sapi ini berhasil, bisa untuk dikembangbiakan mendorong peningkatan produksi daging di Tanah Air.

"Tujuannya, membantu menambah suplai produksi daging, sebab kita ini membutuhkan pasokan daging, rata-rata satu ekor sapi kita selama ini hanya mampu hasilkan 100-150 kilogram," kata Ali.

Koordinator Pengelola Bengkel Sapi Berkah Andini Lestari, Waluyo menambahkan, sapi diperlakukan seperti biasa. Namun, pakan fermentasi khusus hijauan dan konsentrat fermentasi yang mengandung probiotik.

"Pakannya kita namakan saus burger pakan," ujar Waluoyo.

Untuk satu ekor sapi gama, menghabiskan 15 kilogram pakan. Menurut pengamatannya, anakan sapi-sapi gama ini memiliki karakter dominan dari sapi belgian blue yang memiliki otot ganda dan sedikit agak liar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA