Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Mengenal Akad Syariah

Senin 13 Jan 2020 15:32 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ratna Komalasari

Ratna Komalasari

Foto: dokumentasi pribadi
Salah satu kampanye dari ekonomi syariah adalah untuk memberantas riba.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ratna Komalasari, Peneliti Sakinah Finance
 
Perkembangan industri perbankan dan industri halal di Indonesia kian meningkat. Sejak diterbitkannya Global Islamic Economy Indicator Indonesia sudah masuk ke dalam jajaran top 10 GIEI. Sektor-sektor yang ada di GIEI ini mencakup industri keuangan syariah, makanan halal, pariwisata halal, pakaian syar’i, media, kosmetik dan obat-obatan.
 
Malaysia, United Emirates Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Yordania, Qatar, Pakistan, Kuwait, Indonesia. (sumber www.zawya.com). Dengan mengakumulasikan seluruh sektor tersebut Indonesia memperoleh skor yang cukup tinggi, yaitu 43,45 pada angka GIEI. Angka yang semakin tinggi menunjukan peringkat yang semakin baik pada sektor-sektor halal di angka indeks ini. Angka indeks tersebut menunjukan penignkatan yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang skor GIEI pada tahun tersebut berada di angka 33,76.
 
Jika dibandingkan dengan tahun 2014, sektor keuangan syariah pada 2018 mengalami meningkatan sebanyak 27 persen. Begitupun dengan industri makanan halal yang meningkat sebanyak 33 persen. Di antara seluruh sektor yang masuk dalam ranking ini, sektor industri halal menunjukan peningkatan yang cukup signifikan karena peningkatannya hampir lima puluh persen, yaitu 46 persen.

Begitupun dengan pakaian yang meningkat 44 persen. Walaupun memiliki porsi yang relatif rendah diantara sektor-sektor lainnya, tetapi peningkatanya relatif tinggi bahkan mencapai 50 persen. Terakhir adalah sektor kosmetik dan farmasi yang peningkatannya paling sedikit, yaitu 0,6 persen.

Seluruh akumulasi dari ranking tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi dalam mengembangkan industri halal. Setelah kamu tahu fakta-fakta bahwa peringkat Indonesia berada dalam jajaran top 10 dunia dalam pengembangan industri halal tentu kita selayaknya bisa merasa bangga tetapi terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Malu dong dengan sebutan ‘negara yang populasi penduduk Muslimnya terbanyak di dunia’, tapi masih belum maksimal capaian industri halalnya.

Tetapi sebenarnya bukan karena malu kenapa kita harus meningkatkan industri halal. Jumlah populasi Muslim yang banyak akan menjadi sebab tingginya permintaan produk-produk dari indusri halal, bayangkan saja dari sejak lahir hingga mau meninggal dunia, pastinya banyak sekali kebutuhan seorang Muslim dari sektor – sektor industri halal. Sayangnya, perkembangan industri halal yang masih cukup rendah ini berdampak pada persediaan yang tersedia belum cukup memenuhi kebutuhan pasar.

Walaupun dengan kondisi tersebut sebenarnya ada beberapa alasan kenapa produk halal ini bisa menjadi  tinggi harganya. Alasan utamanya adalah proteksi yang dibuat oleh sistem syariah, sehingga walaupun harganya sedikit lebih mahal tetapi sudah memproteksi kita dari hal-hal yang dilarang dan diperintahkan oleh Allah SWT. Selain itu ada keunikan dalam bisnis dan utang-piutang dalam Islam seperti sebagai berikut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA