Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Kota Malang Kini Miliki Wisata Berkonsep Pedesaan

Senin 13 Jan 2020 15:04 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Buah pepaya.

Buah pepaya.

Foto: Flickr
Malang memiliki wisata perdesaan dengan mengusung Eduwisata Kampung Buah Bercahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kota Malang menambah satu lagi lokasi wisata yang berbeda dengan sebelumnya. Destinasi wisata ini berkonsep perdesaan dengan mengusung Eduwisata Kampung Buah Bercahaya.

Eduwisata Kampung Buah Bercahaya berlokasi di Dukuh Baran, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang. Eduwisata itu diawali dengan penanaman 10 ribu bibit buah pepaya oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Ahad (13/1).

"Kawasan Dukuh Baran memiliki pemandangan yang indah dan sangat asri, sehingga sangat tepat jika ditata sebagai kawasan wisata ala perdesaan, apalagi wisata yang mengusung konsep perdesaan saat ini makin diminati masyarakat," kata Sutiaji.

Dengan mengusung konsep perdesaan, Kota Malang akan memiliki Eduwisata Kampung Buah Bercahaya. Bukan hanya buah pepaya, di sana juga akan ditanam sederet buah-buahan lainnya.

"Pemandangannya di sini bagus, masih dingin dan asri. Nanti tinggal ditata sedikit, kan sekarang wisatawan cenderung ingin menikmati suasana di desa yang asri dan tenang," ucapnya.

Sutiaji menerangkan Dukuh Baran sudah memiliki kelompok sadar wisata (pokdarwis). Nantinya, dinas terkait akan memberikan pendampingan terhadap Pokdarwis untuk mengelola kawasan yang ada sebagai tempat wisata.

Sutiaji mengatakan upaya menghidupkan Dukuh Baran sebagai kawasan wisata merupakan pilihan yang tepat. Sebab, selain meningkatkan pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian, wisata berbasis pedesaan dan tanaman tersebut juga akan membantu upaya Pemkot Malang dalam melakukan penghijauan.

"Selain itu, tujuan yang ingin kami capai, salah satunya adalah menekan angka stunting. Setelah sebelumnya ada urban farming, sekarang ada upaya menanam puluhan ribu pohon pepaya. Ini akan bersinergi pada lingkungan hingga kualitas SDM," ucap Sutiaji.

Ia berharap masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk penghijauan melalui program urban farming dengan menanam beberapa tanaman dan sayuran. Minimal untuk kebutuhan rumah tangga. Jika memiliki hasil besar, produk bisa dipasarkan lebih luas lagi.

"Dan Dukuh Baran ini akan jadi proyek percontohan untuk bisa diterapkan di wilayah lain di kota ini," ujarnya.

Pohon pepaya dipilih untuk mengawali ragam tanaman buah di wilayah tersebut. Pepaya selain lebih mudah tumbuh dan tahan hama, tanaman pepaya juga cenderung dapat berbuah di setiap musim.

Sebelumnya Kota Malang telah memiliki sejumlah lokasi wisata tematik, di antaranya Kampung Warna-Warni, Kampung Arema (kampung Biru), Kampung Putih, Jembatan Kaca, dan Kampung 3G.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA