Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Ratu Kumpulkan Keluarga Kerajaan Bahas Harry dan Meghan

Ahad 12 Jan 2020 17:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pangeran Harry dan istrinya Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengumumkan mundur dari posisinya sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Rabu (8/1). Keputusan tersebut konon tidak disukai oleh Ratu Elizabeth II.

Pangeran Harry dan istrinya Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengumumkan mundur dari posisinya sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Rabu (8/1). Keputusan tersebut konon tidak disukai oleh Ratu Elizabeth II.

Foto: AP
Ratu Elizabeth memanggil Pangeran Charles, William, dan Harry untuk berdiskusi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ratu Inggris Elizabeth memanggil bangsawan senior ke Sandringham pada Senin (13/1) waktu setempat. Hal itu dilakukan untuk pembicaraan tatap muka membahas peran masa depan bagi Duke dan Duchess of Sussex, yakni Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle.

Pegawai negeri sipil paling senior akan diundang dalam pembicaraan tersebut. Dia adalah Sekretaris kabinet Sir Mark Sedwill. Dia dilaporkan merupakan salah satu tokoh senior di sekitar meja perundingan, bersama dengan para pembantu senior dari Istana Buckingham, Clarence House, dan Istana Kensington.

Pejabat istana Inggris mengatakan kepada BBC, bahwa keluarga senior kerajaan seperti Pangeran Harry, Pangeran William (Duke of Cambridge), dan Pangeran Charles (Prince of Wales) semuanya akan hadir. Sementara Meghan juga diharapkan bergabung dalam diskusi tersebut melalui telepon dari Kanada.

Sang Ratu telah berada di Norfolk, Charles berada di Birkhall Skotlandia, William di Istana Kensington, dan Harry di Windsor. Meski demikian, belum ada pemberitahuan tentang kesimpulan apa yang akan dicapai pada pertemuan tersebut.

Namun, koresponden BBC Jonny Dymond mengatakan, pembicaraan tersebut akan menghasilkan langkah selanjutnya dalam perjalanannya guna mendefinisikan hubungan Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan.  Hal ini sejalan dengan keinginan Ratu untuk menemukan solusi dalam beberapa hari. Dymond mengatakan, bahwa masih ada hambatan besar untuk diatasi dalam perudningan.

Sebuah sumber kerajaan juga mengatakan, pertemuan tersebut untuk membicarakan berbagai hal. Dia yang jatidirinya tak mau disebutkan mengatakan, proposal telah disusun setelah serangkaian pertemuan dan konsultasi selama beberapa hari terkahir sejak pengumuman Harry dan Meghan.

"Ada sejumlah kemungkinan untuk ditinjau oleh keluarga, yang mempertimbangkan pemikiran yang diuraikan (Duke and Dutches of) Sussex pada awal pekan lalu," ujar sumber tersebut dikutip Guardian, Ahad (12/1).

Sumber itu sekali lagi menekankan bahwa membuat perubahan pada kehidupan kerja dan peran monarki pasangan kerajaan, diperlukan diskusi yang kompleks dan bijaksana."Langkah selanjutnya akan disepakati pada pertemuan itu," ujarnya menambhakan.

Kendati demikian, tetap menjadi harapan sang Ratu agar diselesaikan dengan langkah cepat, dan tujuannya yang tetap berhari-hari bukan berminggu-minggu. "Tetapi ada kesepakatan dan pemahaman yang tulus bahwa setiap keputusan akan membutuhkan waktu untuk diimplementasikan," kata dia.

Rabu (8/1) waktu setempat lalu, Pangeran Harry menyatakan rencananya untuk mudur sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan, dan memilih hidup mandiri secara finansial di Kanada. Harry, Meghan, dan bayi Archie akan membagi waktu antara Inggris, dan Amerika Utara.

Harry kini berada di Frogmore Cottage, kediaman Windsor mereka. Sementara Meghan terbang kembali ke Kanada pada Kamis, sehari setelah pasangan itu menjatuhkan pernyataan eksplosif mereka di Instagram dan situs web baru mereka Sussexroyal.com.

Keputusan mereka tampaknya melukai hati Istana Buckingham. Faktanya, mereka sebelum mengeluarkan keputusan tersebut tak berdiskusi dengan Ratu Elizabeth dan Pangeran Charles sehingga membuat keresahan di kalangan kerajaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA