Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Barca tak Pernah Pecat Pelatih Sejak 2003, Ini Faktanya

Sabtu 11 Jan 2020 22:40 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Andri Saubani

Ernesto Valverde

Ernesto Valverde

Foto: EPA-EFE/ALEJANDRO GARCIA
Terakhir kali Barca memecat pelatih pada era Louis van Gaal.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid di semifinal Copa Del Rey pekan ini menyisakan riak di tubuh Los Azulgrana. Posisi pelatih yang diemban Erneto Valerde sejak awal musim 2017-2018 lalu kini mulai dipertanyakan oleh sejumlah fans dan para petinggi klub.

Baca Juga

Valverde dianggap tak mampu membuat daya saing Barcelona meningkat. Padahal, Barcelona diisi pemain-pemain kelas dunia.

Nama legenda Barcelona Xavi Hernandez disebut-sebut layak menjadi pelatih Barcelona berikutnya menggantikan Valverde yang sinyalnya akan segera diberhentikan dalam waktu dekat. Dikutip dari Marca, Sabtu (11/1) Barcelona tercatat sebagai tim yang sudah sangat lama tidak memecat pelatih. Klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut tak pernah memecat seorang pelatih sejak terakhir melakukannya 2003 silam.

Pelatih terakhir yang pernah dipecat manajemen Barcelona adalah arsitek tim ternama asal Belanda Louis van Gaal. Barcelona yang saat itu belum skuat sekarang harus memberhentikan Van Gaal di awal Januri 2003 setelah tim tersebut dikalahkan Celta Vigo di La Liga Santander dan Barca tertahan di peringkat 12 klasemen.

Manajemen Barca dengan berat hati harus mengakhiri pengabdian periode kedua Van Gaal sebagai pelatih di Camp Nou. Posisi Van Gaal digantikan duet Antonio de la Cruz dan Radomir Antic sampai musim 2002-2003 selesai.

Cruz dan Antic pun meletakkan jabatannya setelah manajemen Barcelona mendatangkan Frank Rijkaard. Rijkaard yang merupakan legenda AC Milan terbilang sukses melatih Barcelona. Rijkaard melatih Barca sejak 2003 sampai 2008. Di mana pelatih asal Belanda tersebut mengantarkan Los Cules memenangkan dua trofi La Liga dan satu trofi Liga Champions.

Rijkaard menyelesaikan masa pengabdiannya di Barcelona pada penghujung musim 2007-2008 di mana pada musim tersebut, Barca puasa gelar karena kalah bersaing dari Real Madrid. Rijkaard pun tidak memperpanjang kontraknya.

Posisi Rijkaard digantikan Pep Guardiola yang melakukan revolusi besar-besaran di skuat Barcelona. Pep dikenal sebagai pelatih yang identik dengan sepak bola tiki taka.

Taktik yang membuat Barcelona merajai Eropa pada 2009 dan 2011. Di tangan Pep, Barcelona seperti tanpa lawan. Tiada tahun bersama Pep yang diakhiri Barcelona dengan pesta gelar juara.

Musim 2008-2009 Pep membawa Barca meraih trebel winner yakni Liga Champions, La Liga dan Copa Del Rey. Musim kedua Pep membawa Barca memenangkan gelar La Liga dan Piala Dunia Antarklub. Di musim ketiganya, Pep kembali membawa El Barca menjuarai Liga Champions dan gelar La Liga.

Pada musim terakhirnya, Pep membawa Barca menjuarai Copa Del Rey. Pada penghujung musim 2011-2012 Pep tak mau memperpanjang kontraknya bersama Barcelona karena merasa jenuh di bawah tekanan setiap tahun.

Agar permainan Barcelona masih bisa melanjutkan foundasi yang telah dikuatkan oleh Pep, manajemen klub mengangkat mantan asisten Pep yakni Tito Vilanova sebagai suksesor. Bersama, Tito, Barca memenangkan gelar La Liga 2012-2013.

Tito hanya semusim menjadi pelatih buat Lionel Messi dan kawan-kawan karena ingin fokus berjuang melawan kanker yang ia derita. Di mana pada akhirnya Tito meninggal dunia setahun setelah ia tak lagi melatih.

Seusai ditinggalkan Tito Vilanova, Barca menunjuk Gerardo Daniel Martino sebagai pelatih dengan kontrak dua tahun. Pelatih yang akrab disapa Tata Martino tersebut hanya bertahan semusim bersama Barcelona. Ia memilih memundurkan diri karena merasa gagal menghadirkan trofi bergengsi buat publik Camp Nou.

Pelatih asal Argentina itu juga mundur karena ia diincar melatih tim nasional negara asalnya buat Piala Dunia 2014. Setelah kepergian Martino, kursi pelatih Barcelona dipercayakan kepada Luis Enrique.

Enrique juga merupakan salah satu pelatih gemilang bersama Barcelona. Ia membawa El Barca kali kedua merasakan trebel winner yakni memenangkan Liga Champions, La Liga dan Copa Del Rey di musim 2014-2015.

Enrique yang dikontrak sampai Juni 2017 memilih tidak memperpanjang durasi kerja sama dengan klub yang membesarkan namanya itu. Alasan yang sama dengan Pep, Enrique merasa beban melatih Barcelona terlalu berat.

Sebagai pengganti Enrique, Barcelona menunjuk Ernesto Valverde. Pelatih yang sekarang sedang dalam posisi sulit usai timnya tersingkir di babak semifinal Copa Del Rey.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA