Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Bom Tas di Bengkulu Diduga Terkait Pilkades

Sabtu 11 Jan 2020 16:18 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Jajaran Polda Bengkulu sementara menduga ledakan bom tas terkait hasil Pilkades. Ilustrasi.

Jajaran Polda Bengkulu sementara menduga ledakan bom tas terkait hasil Pilkades. Ilustrasi.

Foto: Republika On Line/Mardiah diah
Jajaran Polda Bengkulu sementara menduga ledakan bom tas terkait hasil Pilkades

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Jajaran Polda Bengkulu sementara menduga ledakan bom tas pada Sabtu (11/1) pagi terkait dengan hasil pemilihan kepala desa (Pilkades). Bom itu meledak di depan rumah Kepala Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengatakan sebelumnya memang ada beberapa pihak yang mempermasalahkan hasil Pilkades di desa itu. Namun, persoalan Pilkades yang melibatkan antara pihak yang tidak terima dan kades terpilih ini sudah sempat didamaikan oleh tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan setempat.

"Sebelumnya ada permasalahan pemilihan kepala desa tapi sudah didamaikan. Ternyata hari ini ada kejadian seperti itu (ledakan bom tas). Kayaknya ini lebih pada persoalan personal," jelas Kabid Humas Polda Bengkulu, Sabtu (11/1).

Kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti motif dari ledakan bom tas tersebut. "Kalau identitas pelaku belum kita ketahui. Saat ini kita masih fokus melakukan olah TKP. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab secara pasti," ujarnya.

Bom tas ini meledak dengan daya ledak rendah dan tidak mengakibatkan kerusakan yang parah di sekitar area ledakan. Namun akibat ledakan tersebut Halidin, ayah kades terpilih Satria Utama, mengalami luka di bagian kaki.

"Ledakan ini low eksplosive atau berdaya ledak rendah karena di TKP tidak ada kerusakan dan korbannya juga tidak terlalu parah. Jadi kemungkinan ini bukan ulah jaringan teroris," ujar Sudarno.

Salah satu keluarga korban, Suryanto, mengakui sebelumnya pihak keluarga tidak pernah mengalami gangguan atau teror baik di rumah maupun di luar. "Kalau gangguan tidak ada, orang melempar rumah sebelumnya juga tidak ada. Jadi kami tidak tahu," kata Suryanto di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.

Satria Utama merupakan kades terpilih pada Pilkades serentak di Kabupaten Seluma di 2019 lalu. Pelantikan Kades terpilih ini dilakukan pada Desember lalu. Dari data terhimpun, Satria Utama merupakan kepala desa terpilih termuda di Kabupaten Seluma.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA