Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Malaysia Tingkatkan Usia Minimum Pernikahan Muslim

Sabtu 11 Jan 2020 11:29 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Malaysia Tingkatkan Usia Minimum Pernikahan Muslim

Malaysia Tingkatkan Usia Minimum Pernikahan Muslim

Foto: Irsan Mulyadi/Antara
Usia minimum pernikahan Muslim di Malaysia rencananya menjadi 18 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA -- Pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan proposal untuk meningkatkan usia minimum pernikahan bagi Muslim di negara itu. Saat ini, usia minimum pernikahan adalah 16 tahun dan rencananya berubah menjadi 18 tahun.

Dilansir Free Malaysia Today, Jumat (10/1), Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas mengatakan sedang mencari cara memperkenalkan prosedur yang lebih ketat bagi pengadilan syariah dalam memutuskan, sebelum mengizinkan menikahkan pasangan berusia di bawah 18 tahun. Ia juga menuturkan pihak berwenang akan secara aktif terlibat dalam proses konsultasi antara pemerintah federal dan negara-negara bagian untuk keseragaman hukum dan rancangan amandemen Undang-Undang Keluarga Islam (Federal Territories) Act 1984.

“Ini adalah salah satu proposal yang diajukan Kejaksaan Agung untuk mengevaluasi cara terbaik menjaga kesejahteraan dan minat anak-anak," ujar Thomas, Jumat.

Menurut Thomas, Pemerintah Malaysia telah memimpin untuk memperkenalkan keadilan restoratif dalam sistem hukum dalam menangani pelaku kejahatan anak. Program ini bertujuan mengalihkan anak-anak di bawah usia 18 tahun yang melakukan pelanggaran pidana, untuk menjauh dari sistem peradilan pidana yang ada dan mempromosikan rehabilitasi anak-anak.

Thomas mengatakan dengan keadilan restoratif, pelaku akan diberi peringatan keras sebelum dirujuk ke Departemen Kesejahteraan Sosial. Ia juga menuturkan departemen hukum akan melakukan konseling, pendampingan, pendidikan dan pekerjaan masyarakat, tergantung pada sifat pelanggarannya.

"Ini sejalan dengan Pasal 40 Konvensi PBB tentang Hak Anak," kata Thomas.

Thomas melihat mengirim anak-anak ke dalam penjara mungkin dapat memberi dampak pada mereka yang sebenarnya memiliki hati baik, tetapi salah arah, lalu akan menjadi penjahat yang lebih keras. Program tersebut telah dimulai pada bulan lalu di beberapa wilayah Malaysia, yaitu Sepang, Selangor, Seremban, dan Port Dickson di Negeri Sembilan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA