Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Megawati tak Bela Kader Menyimpang, Hasto: Ini Disiplin

Sabtu 11 Jan 2020 06:50 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Megawati menegaskan tak akan membela kader menyimpang. Foto: Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan orasi ilmiah di hadapan para mahasiswa usai menerima gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa (DR HC) bidang Kemanusiaan dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020).

Megawati menegaskan tak akan membela kader menyimpang. Foto: Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan orasi ilmiah di hadapan para mahasiswa usai menerima gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa (DR HC) bidang Kemanusiaan dari Universitas Soka di Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020).

Foto: Antara/Handout/Monang Sinaga
Megawati menegaskan tak akan membela kader menyimpang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mempertegas kembali pesan Ketua Umum kepada kadernya di pidato pembukaan Rakernas I PDIP. Hasto menyebut pesan tersebut berlaku untuk semua kader PDIP.

"Itu bagian dari sebuah disiplin dalam berpartai satu kata dan perbuatan sebagai kader partai,anggota partai, semuanya wajib mentaati seluruh peraturan-peraturan partai dan konstitusi partai, tidak terkecuali," kata Hasto disela-sela rakernas, Jumat (10/1).

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan dirinya tidak akan melindungi kader yang tidak menaati instruksi partai. Instruksi yang dimaksud Megawati adalah agar kader PDIP di seluruh tanah air memiliki emangat untuk mewujudkan cita-cita rakyat.

"Pidato politik ini adalah instruksi langsung dari ketua umum bagi seluruh kader PDIP. Saya tidak akan melindungi kader yang tidak taat terhadap instruksi partai," kata Megawati saat menyampaikan pidato politik dalam (Rakernas) I PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (10/1).

Dia memerintahkan kader partai agar jangan sekali-sekali memunggungi rakyat. "Jangan berhitung untung rugi bagi kerja politik, jangan mencari keuntungan pribadi atau kelompok dari tugas ideologis ini," kata Megawati lagi.

Presiden Kelima RI ini jugs meminta kader partai untuk melakukan gebrakan guna melaksanakan ideologi tersebut. Putri presiden pertama RI ini lantas memberikan kesempatan bagi kader yang tidak bisa mengikuti instruksi tersebut untuk angkat kaki dari partai berlogo banteng moncong putih ini.

Dia menegaskan, membangun dan mempertahankan partai selama 47 tahun bukanlah merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Dia mengatakan usia yang hambir menginjak separuh abad itu bukan sebuah perjalanan singkat karena partai akan terus digembleng oleh keadaan. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA