Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Kerugian Akibat Kerusakan Jembatan di Lebak Capai Rp 56 M

Jumat 10 Jan 2020 23:16 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Jembatan gantung yang menuju Kampung Susukan dan Bolang Desa Bungurmekar, Lebak, Banten, terputus akibat banjir bandang 1 Januari lalu. Hingga Kamis (9/1) ini jembatan masih belum mendapat perbaikan.

Jembatan gantung yang menuju Kampung Susukan dan Bolang Desa Bungurmekar, Lebak, Banten, terputus akibat banjir bandang 1 Januari lalu. Hingga Kamis (9/1) ini jembatan masih belum mendapat perbaikan.

Foto: Republika/Umar Mukhtar
Kerusakan jembatan tersebar di sejumlah kecamatan di Lebak.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK— Total kerugian kerusakan jembatan karena terdampak banjir Lebak dan tanah longsor mencapai Rp56 miliar. 

"Kami dalam waktu dekat ini akan merealisasikan pembangunan jembatan yang terdampak bencana banjir Lebak, berupa banjir bandang dan tanah longsor," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Maman Suparman, di Lebak, Jumat (10/1).

Baca Juga

Kerusakan infrastuktur jembatan yang terdampak banjir Lebak tersebut sudah dilaporkan kepada Bupati Lebak Iti Oktavia dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Sebab, jembatan tersebut terdapat kewenangan Kabupaten Lebak juga kewenangan Provinsi Banten. Berdasarkan hasil pencatatan di lapangan kerusakan jembatan tersebut tercatat 28 unit di antaranya jembatan permanen, semi permanen dan jembatan gantung.

Kerusakan jembatan itu tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Cipana, Maja, Curug Bitung, dan Cimarga.

Akibat kerusakan jembatan tersebut, katanya, hingga kini aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh, karena tidak bisa dilintasi angkutan roda dua dan roda empat yang menghubungkan antarkecamatan dan antardesa.

"Kami optimistis pembangunan jembatan itu bisa kembali pertumbuhan ekonomi warga kembali normal," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini, daerah yang terdampak banjir bandang dan longsor masih terisolasi akibat jembatan putus dan banyak lumpur.

Masyarakat yang terkena banjir bandang dan longsor masih tinggal di pengungsian karena jembatan penghubung itu ada yang putus juga ada yang rusak berat.

Pemerintah daerah secepatnya merealisasikan pembangunan jembatan, setelah masa tanggap darurat berakhir. "Kami menargetkan dua bulan pembangunan jembatan itu sudah rampung," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Camat Cipanas, Kabupaten Lebak,Najamudin, mengapresiasi masyarakat yang dilanda banjir bandang dan longsor membangun jembatan darurat dari bambu dengan cara gotong royong.

Pembangunan jembatan darurat itu menghubungkan antardesa Luhur Jaya, Sipayung, Bintangresmi dan Bintangsari.

Sebab, akses jembatan itu cukup vital untuk menopang kegiatan ekonomi masyarakat juga anak-anak pergi ke sekolah. "Kami secepatnya jembatan gantung darurat itu akan dibangun jembatan gantung permanen dan didanai oleh pemerintah daerah setempat," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA