Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Gas Alam Bocor, Sejumlah Warga Depok Mual-Mual

Jumat 10 Jan 2020 20:31 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas PGN memperbaiki kebocoran pipa gas (ILUSTRASI)

Petugas PGN memperbaiki kebocoran pipa gas (ILUSTRASI)

Foto: PGN
Gas alam yang bocor tersebut berasal dari pipa gas alam di Jalan Pembangunan Pipa Gas

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Sejumlah warga mengalami mual-mual dan mata perih akibat bau tak sedap dari bocornya gas alam di Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (10/1) sekira pukul 17.00 WIB. Gas alam yang bocor tersebut berasal dari pipa gas alam di Jalan Pembangunan Pipa Gas RT 01/03 Kelurahan Beji Timur Kecamatan Beji, Kota Depok.

"Gas bocor dan menimbulkan bau tak sedap. Banyak warga mual-mual dan mata perih. Kami telusuri, bau gas berasal dari pipa gas," ujar seorang warga Yadi Juandi.

Menurut Kapolsek Beji, Kota Depok, Kompol Yenny, sebanyak 12 petugas Jargas Gas terjun langsung melakukan pengecekan matrik gas dan perbaikan falep atau keran (odoran atau cairan pembau gas) yang bocor.

Baca Juga

"Untuk cairan odoran tersebut bermanfaat untuk tanda bahwa adanya kebocoran, selanjutnya petugas memperbaiki falep/keran tersebut sekira lima menit. Keterangan petugas menerangkan untuk bau odoran akan membias sesuai arah angin dan bau tersebut akan bertahan sekira 24 jam. Secara umum situasi berlangsung aman dan kondusif," jelas Yenny.

Sekretaris Kecamatan Beji, Hendar Fradesa meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait bau gas alam yang juga tercium di Jalan Margonda Raya. "Memang sedang diperbaiki instalasi gas di jalur pipa gas. Bau menyengat tersebut adalah bahan odoran atau zat pembau yang sengaja digunakan untuk mengetahui jika terdapat kebocoran gas. Jadi, tidak berbahaya dan akan hilang dalam waktu satu kali 24 jam," tuturnya.

Dia menambahkan, pekerjaan tersebut kini sedang dalam proses peralihan. Untuk itu, masyarakat diminta tidak perlu cemas karena bau menyengat seperti gas itu adalah bahan odoran yang terbawa angin.

"Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan masyarakat terkait adanya laporan mengenai bau gas.Termasuk dengan pihak PGN untuk mengetahui perkembangan proses perbaikan instalasi gas tersebut. Kami akan terus memantau terkait adanya laporan masyarakat mengenai bau gas. Karena memang di wilayah kami tertanam pipa gas alam, seperti di Kelurahan Beji Timur dan Kelurahan Pondok Cina," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA