Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

BPBD Lebak Imbau Waspadai Curah Hujan Tinggi

Jumat 10 Jan 2020 18:26 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Sejumlah pelajar melewati jalan yang terendam banjir. Masyarakat diimbau siaga menghadapi curah hujan tinggi karena berpotensi bencana alam. Ilustrasi.

Sejumlah pelajar melewati jalan yang terendam banjir. Masyarakat diimbau siaga menghadapi curah hujan tinggi karena berpotensi bencana alam. Ilustrasi.

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Masyarakat diimbau siaga menghadapi curah hujan tinggi karena berpotensi bencana alam

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengimbau masyarakat siaga menghadapi curah hujan tinggi. Curah hujan tinggi perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan bencana alam.

"Kita minta warga meningkatkan kesiagaan curah hujan tinggi itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Jumat (10/1).

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak tetap waspada sehubungan curah hujan beberapa hari ke depan cenderung meningkat. Potensi hujan itu berpeluang pagi, siang, sore dan malam dengan intensitas lebat, sedang, dan ringan.

Karena itu, BPBD Lebak sudah menyampaikan peringatan imbauan kepada masyarakat khususnya yang berada di aliran sungai, perbukitan. dan pegunungan. "Kita berharap warga secara swadaya dapat mengantisipasi bencana itu melalui pengamanan lingkungan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

Menurut dia, selama ini wilayah Kabupaten Lebak di 16 kecamatan dan 42 desa menjadi daerah langganan banjir, longsor, dan angin kencang. Ke-16 kecamatan itu adalah Rangkasbitung, Warunggunung, Cibadak, Cileles, Cimarga, Leuwidamar, Banjarsari, Wanasalam, Cihara, Bayah, Gunugkencana, Muncang, Cirenten, Sobang, Cibeber, dan Cijaku.

Biasanya, kata Kaprawi, apabila cuaca ekstrem terjadi maka di daerah itu rawan banjir dan longsor karena terdapat aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten memperkirakan selama sepekan ke depan curah hujan meningkat di wilayah Kabupaten Lebak sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, serta angin kencang.

Ujang, warga bantaran Sungai Ciujung Rangkasbitung mengatakan tempat tinggalnya cukup berdekatan dengan aliran sungai sehingga berpotensi terdampak bencana banjir dan longsor. "Kami bersama warga bila malam melakukan penjagaan menyusul curah hujan tinggi dan bila air sungai meluap langsung warga menyelamatkan diri ke lokasi yang aman," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA