Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

BMKG Imbau Nelayan Libur Melaut Sementara

Sabtu 11 Jan 2020 02:11 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

BMKG Makassar mengimbau agar nelayan tidak melaut untuk sementara waktu. Ilustrasi.

BMKG Makassar mengimbau agar nelayan tidak melaut untuk sementara waktu. Ilustrasi.

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
BMKG Makassar mengimbau agar nelayan tidak melaut untuk sementara waktu

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar nelayan tidak melaut untuk sementara waktu. Ini mengingat keberadaan Angin Muson Asia melintas di Indonesia. Selain menimbulkan hujan lebat, kondisi tersebut juga memicu gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan.

"Diprediksi tinggi ombak mencapai 2,5 meter hingga empat meter akan terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Supermonde, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores, dan Perairan Pulau Bonerate-Kalotoa," sebut Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan, Jumat (10/1).

Pihaknya memprediksi selama empat hari ke depan Angin Muson Asia melintas di wilayah Sulawesi, sehingga akan terjadi peningkatan intesitas hujan mulai kategori lebat sampai pada tingkat ekstrem di wilayah Sulsel. Selain itu, angin tersebut akan menyebabkan penambahan massa udara basah dengan pola pertemuan udara dari Laut Jawa hingga Sulawesi.

Dengan adanya Madden Julian, fase basah tersebut bergerak menuju Indonesia bagian tengah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Sulsel.

Nelayan, masyarakat, dan pengguna layanan transportasi darat, laut, dan udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi yang akan terjadi empat hari ke depan. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang akan terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat yang meliputi Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep Kepulauan, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar.

Untuk wilayah Sulawesi bagian tengah meliputi Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap. Di wilayah Sulsel bagian utara meliputi Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu, dan Toraja Utara. "Sementara potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan timur Sulawesi Selatan juga akan terjadi," imbaunya.

Hujan lebat di wilayah Sulawesi Selatan menurut Darmawan juga memicu banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, meluapnya tambak budidaya, dan keterlambatan penerbangan serta pelayaran. "Masyarakat diharapkan memperhatikan informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memperhatikan mitigasi hidrologimeteologi dapat dilakukan dengan baik," jelasnya.

Di Pelabuhan Rakyat Paotere terlihat kecamatan Ujungtanah Makassar, ratusan kapal nelayan masih terparkir rapi. Sejumlah nelayan menunggu di dek kapal mereka sembari menunggu perkembangan cuaca selanjutnya.

"Belum berani kami turun melaut, infomasi didapat, katanya empat hari ke depan akan ada angin kencang dan hujan deras serta ombak tinggi. Makanya tidak turun sampai cuaca membaik," kata Ridwan salah seorang nelayan di pelabuhan setempat.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA