Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Pejabat AS: Iran Sangat Mungkin Jatuhkan Pesawat Ukraina

Jumat 10 Jan 2020 08:08 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Christiyaningsih

Warga berkerumun di antara puing pesawat Ukraina yang jatuh di Shahedshahr, barat daya ibu kota Teheran, Iran, Rabu (8/1).  Beberapa pejabat AS beranggapan rudal antipesawat Iran mungkin jatuhkan jet Ukraina.

Warga berkerumun di antara puing pesawat Ukraina yang jatuh di Shahedshahr, barat daya ibu kota Teheran, Iran, Rabu (8/1). Beberapa pejabat AS beranggapan rudal antipesawat Iran mungkin jatuhkan jet Ukraina.

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Beberapa pejabat AS beranggapan rudal antipesawat Iran mungkin jatuhkan jet Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) beranggapan rudal antipesawat Iran sangat memungkinkan untuk menjatuhkan pesawat jet Ukraina. Kecelakaan pesawat itu menewaskan setidaknya 176 orang.

Hal tersebut diungkapkan dengan alasan bahwa kecelakaan itu hanya terjadi beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal. Rudal yang ditargetkan ke pangkalan militer AS di Irak itu menjadi alasan dan respons atas meninggalnya jendral revolusi Iran akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat sebelumnya.

Lebih lanjut, para pejabat yang mengutip intelijen AS berbicara dengan syarat anonimitas untuk membahas informasi sensitif.  Mereka mengatakan tidak memiliki pengetahuan pasti tentang niat Iran.

Terpisah, Presiden Donald Trump menyatakan ia percaya Iran bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Meskipun ia tidak secara langsung menyalahkan Iran, tetapi ia menolak klaim, di mana hal tersebut dianggap sebagai masalah mekanis. "Seseorang bisa saja membuat kesalahan di sisi lain," Kata Trump seperti dilansir AP, Jumat (10/1).

Dia menuturkan beberapa orang juga telah mengonfirmasi hal tersebut secara mekanis. "Saya pribadi tidak berpikir itu bahkan pertanyaan," Tambah Trump.

Para pejabat AS mengakui keberadaan satelit dan sensor lain di wilayah tersebut, serta kemungkinan penyadapan komunikasi dan intelijen serupa lainnya. Bahkan, penilaian AS itu juga dilakukan setelah laporan investigasi awal Iran yang dirilis pada Kamis yang mengatakan pilot tidak pernah membuat panggilan radio untuk bantuan. Laporan mengklaim pesawat berusaha kembali ke bandara ketika pesawat yang terbakar turun. 

Hal tersebut berbeda dengan laporan Iran yang menunjukkan situasi darurat tiba-tiba melanda Boeing 737 yang dioperasikan oleh Ukraina International Airlines Selasa malam. Namun, penyelidik dari Organisasi Penerbangan Sipil Iran tidak memberikan penjelasan segera untuk bencana tersebut. 

Para pejabat Iran awalnya menyalahkan kerusakan teknis atas kecelakaan itu, sesuatu yang awalnya didukung oleh pejabat Ukraina sebelum mereka mengatakan mereka tidak akan berspekulasi di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA