Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Sejarah Hari Ini: Sidang Umum PBB Pertama Digelar

Jumat 10 Jan 2020 06:21 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Bendera PBB. PBB pertama kali menggelar Sidang Umum di  Westminster Central Hall, London. Ilustrasi.

Bendera PBB. PBB pertama kali menggelar Sidang Umum di Westminster Central Hall, London. Ilustrasi.

Foto: ist
PBB pertama kali menggelar Sidang Umum di Westminster Central Hall, London

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar Sidang Umum untuk pertama kalinya pada 10 Januari 1946 di Westminster Central Hall, London, Inggris. Sidang Umum PBB pertama kali dihadiri oleh perwakilan 51 negara anggota.

Dilansir History, satu pekan kemudian dari Sidang Umum pertama, Dewan Keamanan PBB juga melakukan pertemuan untuk pertama kalinya guna menetapkan aturan prosedurnya. Kemudian, pada 24 Januari Majelis Umum mengadopsi resolusi pertamanya. Hal ini merupakan suatu tindakan yang menyerukan penggunaan energi atom secara damai dan penghapusan atom dan senjata pemusnah massal lainnya.

Singkat sejarah, pada 1944 saat konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, landasan diberikan oleh delegasi Sekutu untuk organisasi pascaperang internasional untuk menjaga perdamaian dan keamanan di dunia pascaperang. Organisasi itu memiliki otoritas yang jauh lebih besar atas anggotanya daripada Liga Bangsa-Bangsa yang telah mati sebab gagal dalam upayanya untuk mencegah pecahnya Perang Dunia II. 

Pada April 1945, delegasi dari 51 negara berkumpul di San Francisco untuk menyusun Piagam PBB. Pada 26 Juni, dokumen itu ditandatangani oleh para delegasi. Dilanjutkan pada tanggal 24 Oktober dokumen itu secara resmi diratifikasi oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan dan mayoritas negara anggota.

Secara resmi, PBB didirikan pada 24 Oktober 1945. Dua bulan sebelum Perang Dunia II berakhir, PBB sudah terbentuk.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA