Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

FA Didesak Putuskan Hubungan dengan Industri Perjudian

Jumat 10 Jan 2020 02:18 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Andri Saubani

Laman situs judi Bet365

Laman situs judi Bet365

Industri judi subur seiiring meningkatkan popularitas Liga Primer Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Industri perjudian di Inggris tumbuh subur seiring meningkatnya popularitas kompetisi Liga Primer Inggris dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan perusahaan 'sports betting' jadi satu-satunya industri yang mendominasi kemitraan klub-klub tanah Ratu Elizabeth, sekaligus mencaplok hak siar pertandingan sepak bola.

Alhasil pemerintah tak tinggal diam, melalui Sekertaris Negara untuk Budaya, Media dan Olahraga, Nicky Morgan meminta Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk segera mempertimbangkan kembali keputusannya menjual hak siaran Piala FA melalui pihak ketiga ke situs atau portal perjudian.

"Saya berharap mereka akan kembali," tulis Nicky Morgan di akun resmi Twitter pribadinya disadur BBC Sport, Kamis (9/1).

Sejak awal musim lalu, website bandar taruhan Bet365 telah memiliki hak siar untuk menyiarkan pertandingan Piala FA di situs web dan aplikasi miliknya. Beberapa pertandingan tersedia untuk siapa saja yang telah menempatkan taruhan atau memberikan deposit pada akun mereka dalam 24 jam sebelum kick-off di mulai.

Industri perjudian mewabah sejak 2005 melalui deretan iklan yang terpajang saat sebuah pertandingan berlangsung. Ketika Undang-Undang Perjudian Inggris memperbolehkan iklan taruhan mejeng di Televisi, tak urung sejak saat itu iklan taruhan tidak pernah beranjak dari tayangan suatu laga sepak bola.

Selama itu pula rumah judi menggelontorkan miliaran pounds untuk membeli spot iklan di TV dan pengeluaran ini bakal terus naik. Dampaknya terjadi pada saat ini dengan merambahnya produksi rumah judi dalam siaran resmi pertandingan sepak bola di Inggris.

Hal tersebut diakui oleh Menteri Olahraga Nigel Adams yang mengatakan pemandangan perjudian telah berubah sejak kesepakatan ditandatangani pada awal 2017 silam. Semua olahraga tubuh, pun sepak bola, perlu memperhatikan dampak besar terkait masalah judi tersebut.

"Tentu kita harus meninjau dampak dari adanya perjanjian tersebut. Sebuah masalah yang dapat mengacu pada integritas seorang pemain di atas lapangan dan klub itu sendiri," jelas dia.

Para penyiar jelas tak punya otoritas dalam kancah sepak bola, namun pengaruh mereka tak bisa dianggap enteng. Sementara, FA dalam pernyataanya bakal memutus hubungannya dengan perusahaan judi pada Juli 2017, tetapi kesepakatan ini dilakukan pada Januari 2017.

"Kesepakatan ini disepakati sebelum kami membuat keputusan yang jelas tentang hubungan FA dengan perusahaan judi pada Juni 2017 ketika kami mengakhiri kemitraan kami dengan Ladbrokes," demikian pernyataan FA.

Adapun, FA meyakini Bet365 memperoleh hak-hak ini dari IMG untuk digunakan sejak awal kampanye 2018/2019 lalu. Di sisi lain, mantan Menteri Olahraga Tracey Crouch, mengaku dirinya sangat tidak nyaman dan kecewa dengan penjualan hak siar sepak bola kepada rumah perjudian.

Crouch, yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 2018 menjelaskan FA selalu memberi kesan bahwa mereka sadar akan masalah yang terkait dengan perjudian. "Mengingat tantangan saat ini mengatur perjudian online, hal itu pasti akan mengekspos orang-orang yang rentan, termasuk anak-anak, ke perjudian - sesuatu yang dapat menyebabkan masalah jangka panjang bagi masyarakat," tegas Crouch.

Di sisi lain, Bet365 memberikan penjelasan apabila mereka sama sekali tidak mensponsori FA atau Piala FA dan tidak memiliki perjanjian komersial langsung dengan Federasi Sepak Bola Inggris.

"Tidak ada kewajiban pada pelanggan Bet365 untuk menempatkan taruhan pada setiap pertandingan Piala FA untuk menikmati live stream di Bet365. Untuk melakukannya, pelanggan hanya diminta memiliki akun (Bet365). Persyaratan ini penting untuk memastikan bahwa semua pelanggan tersebut diverifikasi sepenuhnya untuk mencegah anak di bawah 18 tahun mengakses layanan."

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA