Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

BMKG Imbau Masyrakat Waspadai Gelombang Tinggi

Kamis 09 Jan 2020 20:58 WIB

Red: Nora Azizah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di perairan laut selatan Pulau Jawa (Ilustrasi Gelombang Tinggi)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di perairan laut selatan Pulau Jawa (Ilustrasi Gelombang Tinggi)

Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Gelombang tinggi diprediksi akan terjadi di Laut Selatan Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di perairan laut selatan Pulau Jawa. BMKG memprediksi bahwa tinggi gelombang di Laut Selatan Jawa akan mencapai 2-4 meter.

"Tinggi gelombang yang perlu diwaspadai masyarakat itu paling tidak di selatannya Jawa, Samudera Hindia dan di Laut China Selatan," kata Kepala Bidang Pengelolaan Citra Indraja BMKG Endarwin di Kantor BMKG, Jakarta, Kamis (9/1).

Ia menyebutkan bahwa situasi di Laut Jawa sejauh ini relatif aman. Pasalnya, kecepatan angin di wilayah tersebut tidak terlalu tinggi meski terdapat banyak pertumbuhan awan hujanws.

"Jadi tinggi gelombangnya masih rendah. Yang agak tinggi justru di selatan Jawa dan Laut China Selatan," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terkait dengan masuknya musim hujan dan prediksi gelombang tinggi. Ia mengimbau masyarakat, terutama pesisir di bagian selatan Pulau Jawa untuk waspada.

"Untuk musim hujan mungkin masyarakat harus mewaspadai. Tidak harus menunggu hujan lebat. Hujan ringan pun bisa banjir. Karena itu perlu waspada dan bisa antisipasi, terutama dengan drainasenya," kata Endarwin.

Terkait dengan prediksi gelombang tinggi di laut selatan Jawa, ia juga mengimbau masyarakat, terutama para nelayan, agar menyesuaikan kemampuan mereka dengan kemampuan kapal saat menghadapi gelombang tinggi.

"Dalam arti, mungkin kapal-kapal kecil ya jangan memaksakan diri ke tengah atau menjauhi pantai. Cukup di sekitar pantai dulu sampai menunggu kondisinya normal kembali," ujar dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA