Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Datang ke Kemendag, Mentan Minta Dukungan Lakukan Ekspor

Kamis 09 Jan 2020 19:52 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Kementan membangun pendekatan emosional dengan Kemendag untuk tingkatkan ekspor. Foto:Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Kementan membangun pendekatan emosional dengan Kemendag untuk tingkatkan ekspor. Foto:Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Foto: Kementan
Kementan membangun pendekatan emosional dengan Kemendag untuk tingkatkan ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di kantornya hari ini, Kamis, (9/1). Dalam pertemuan itu, Limpo meminta dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan ekspor.

"Intinya kami harapkan support Mendag (Menteri Perdagangan) sepenuhnya agar kemauan kita untuk lipatgandakan perdagangan di bidang pertanian khususnya ekspor. Mendag tentu akan berikan guidance supportnya," ujar Limpo usai bertemu Mendag di Jakarta, Kamis, (9/1).

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan bicara soal ekspor komoditas-komoditas yang cukup banyak di Indonesia kepada dunia. "Supaya petani pun insya Allah lebih baik serta berkualitas," ujarnya.

Menurut Limpo, Kementerian Perdagangan merupakan sebuah institusi kenegaraan yang sangat penting sekaligus penentu kebijakan strategis. Maka dalam kunjungannya kali ini, lanjut dia, Kementan membangun pendekatan emosional dengan Kemendag.

"Kementan harus satu jalan dan satu langkah. Termasuk satu bahasa dengan Mendag," kata Limpo.

Pada kesempatan serupa, Agus menambahkan, Kemendag harus mendukung langkah Kementan yang ingin melakukan ekspor beberapa produk tertentu. "Ini supaya neraca perdagangan kita lebih baik. Jadi kita sangat hati-hati sekarang," kata dia.

Dirinya berharap, neraca perdagangan nasional meningkat tahun ini. Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada November 2019, masih terjadi defisit neraca perdagangan sebesar 1,33 miliar dolar AS.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA