Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Muktamar Tafsir Nasional Bahas Perkembangan Isu-Isu Global

Kamis 09 Jan 2020 18:05 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Hafil

Muktamar Tafsir Nasional Bahas Perkembangan Isu-isu Global. Foto: Sebuah mushaf Alquran di Nangaman.

Muktamar Tafsir Nasional Bahas Perkembangan Isu-isu Global. Foto: Sebuah mushaf Alquran di Nangaman.

Foto: Uttiek M Panji Astuti
Muktamar tafsir diselenggarakan di Universitas Nurul Jadid.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo mengadakan Muktamar Tafsir Nasional 2020 bertemakan “Qur’an And Hadith Values In Promoting Moderate Islam”, Kamis (9/1). Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri utama dan ratusan peserta dari berbagai tempat.

Ketua Pelaksana Muktamar Tafsir Nasional, Unuja, Ahmad Fawaid menjelaskan, ide pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi keinginan berkontribusi lebih dalam studi Alquran dan Hadits. "Terutama terhadap perkembangan isu-isu global di dunia guna menunjukkan Islam Wasatiyah yang Rahmatan Lil Alaamin," ujar Fawaid kepada Republika.co.id, Kamis (9/1).

Menurut Fawaid, Alquran dan Hadis berperan penting dalam menentukan hukum-hukum agama di kehidupan. Oleh karena itu, penerapan hukum dapat mencerminkan cita-cita Islam sebenarnya. Dalam hal ini menjadi Islam yang Wasatiyah dan Rahmatan Lil Alamin.

Di sisi lain, Fawaid mengaku menyayangkan kondisi umat Islam saat ini. Menurutnya, umat belum mampu memberi warna dalam kehidupan global. Terlebih dalam merespon berbagai permasalahan yang sedang berkembang di dunia.

Melihat situasi tersebut, maka wajar banyak pihak bertanya keberadaan nilai Islam saat ini. "Untuk menjawab pertanyaan yang kini menjadi kegelisahan akademik tersebut, maka dianggap perlu mengadakan kajian mendalam dalam rangka aktualisasi peran Alquran dan Hadits terhadap problematika global," ucap Fawaid.

Fawaid tak menampik, upaya aktualisasi Alquran dan Hadis terhadap perkembangan global tidak mudah. Dia menilai, hal ini perlu dilakukan secara bertahap. Lalu melakukan spesifikasi terhadap isu-isu global tertentu agar didapatkan kajian yang tuntas dan komprehensif.

Di Muktamar Tafsir Nasional, kata Fawaid, terdapat tiga pokok yang dibahas. Pertama, tentang sejauh mana peran Alquran dan Hadits terlibat dalam sejarah pembangunan negara Indonesia. Kemudian diharapkan dapat menjadi cerminan untuk meningkatkan eksistensi Alquran dan Hadits dalam berbagai isu perdamaian dunia.

Selanjutnya, Muktamar Tafsir Nasional memaparkan terkait nilai-nilai Alquran dan Hadits dalam membangun kesadaran kosmosentris. Lalu meningkatkan antroposentris demi menunjukkan peran Islam terhadap isu-isu lingkungan dan alam. Terakhir, Muktamar Tafsir Nasional juga membahas peran dan potensi Islam dalam merespon isu kesetaraan gender melalui nilai-nilai Alquran dan Hadis.

"Dari pokok-pokok bahasan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah aktualisasi peran studi Alquran dan Hadits untuk menunjukkan citra Islam yang sesungguhnya di mata dunia dan persaingan global," kata dia menegaskan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA