Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Anwar Ibrahim: Islam Bukan Arabisasi

Kamis 09 Jan 2020 13:06 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Anwar Ibrahim: Islam Bukan Arabisasi.

Anwar Ibrahim: Islam Bukan Arabisasi.

Foto: Channel News Asia
Seseorang perlu mengetahui Islam agar bisa menolak paham ekstremisme.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim, menyebut terjadi kesalahpahaman mengenai persepsi masyarakat soal Islam. Menurutnya, Islam atau islamisasi kerap diidentikkan sebagian orang sebagai arabisasi.

Anwar yang juga merupakan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menyebut, terdapat faktor ketidaktahuan masyarakat selama ini tentang Islam dan islamisasi. Dilansir dari FMT News, Kamis (9/1), sebelumnya dia juga mengatakan hal tersebut pada dialog tentang Islam dan Konfusianisme yang diadakan di Penang, Malaysia, November tahun lalu.

"Itulah sebabnya, karena ketidaktahuan semata-mata, ada begitu banyak prasangka yang dibicarakan tentang Islam menjadi islamisasi atau arabisasi," kata Anwar.

Namun demikian, Anwar tidak menyangkal terdapat kemungkinan beberapa elemen masyarakat yang masih berpikiran seperti itu. Terlebih, munculnya kebijakan Pemerintah Malaysia yang kontroversial baru-baru ini, yakni keputusan pemerintah memperkenalkan khat atau kaligrafi di sekolah-sekolah bahasa di sana.

Salah satu penolakan kebijakan itu datang dari pegiat pendidikan yang juga beretnis China, Dong Zong. Dong Zong menolak kebijakan tersebut dan mengutip penelitian oleh beberapa sarjana dan pakar sastra yang menunjukkan khat telah digunakan sebagai media untuk menyebarkan Islam.

Menteri Pendidikan saat itu Maszlee Malik membantah memperkenalkan khat adalah bentuk islamisasi. Juga pada akhir bulan lalu, Kementerian Pendidikan Malaysia menampik tuduhan mereka memaksakan islamisasi pada siswa di sekolah-sekolah umum dan universitas setelah bocornya surat yang membolehkan yayasan agama pemerintah menjalankan program Islam di sana.

Kementerian juga mengatakan izin yang diberikan kepada Yayasan Dakwah Islam Malaysia (Yadim) adalah melibatkan siswa Muslim. Mengenai masalah terkait, Anwar mengatakan seseorang tidak dapat mengalahkan para pemasok ekstremisme atau teror jika seseorang benar-benar tidak tahu tentang Islam.

"Anda menjadi sok berbicara tentang Islam, menolak semua pandangan ekstrem, tetapi Anda tidak tahu apa-apa tentang Islam," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA