Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Emil Usulkan Dibentuk Badan Koordinasi Penanganan Bencana

Rabu 08 Jan 2020 22:54 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) mengikuti rapat pencegahan dan penanganan dampak banjir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) mengikuti rapat pencegahan dan penanganan dampak banjir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Badan Koordinasi antarwilayah dibentuk agar penanganan bencana bisa cepat dan tepat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil menyatakan Presiden RI Joko Widodo menyambut baik usulan pihaknya terkait penanganan bencana yakni agar dibuat badan koordinasi antarwilayah supaya penanganan bencana bisa berjalan cepat dan tepat.

Baca Juga

"Agar tidak saling lempar, tapi dikelola oleh lembaga resmi yang nanti mengelola anggaran juga. Contohnya perlu membuat embung di Bogor, DKI Jakarta juga bisa menyumbang. Itu usulan saya ke Pak Jokowi dan beliau mengapresiasi, tapi keputusan ada di beliau," kata Gubernur Ridwan Kamil, Rabu (8/1).

Hari Rabu ini, Ridwan Kamil menghadiri rapat penanganan pascabencana banjir dan longsor di Istana Merdeka, Jakarta, dan rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. "Rapat tadi itu, kita bersama-sama memikirkan secara komprehensif. Jadi, tidak perintah, ini deadline tanggal segini, tidak. Tapi, betul-betul semuanya saling mendengarkan tukar informasi mana yang saat ini harus dikerjakan," kata Emil.

Intinya, ucap dia, urusan tanggap darurat harus segera selesai secepatnya. Saat ini pihaknya memasuki fase pembersihan sisa bencana.

Sebelumnya, Emil menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana tanah longsor untuk 6 daerah di Jabar melalui Keputusan Gubernur Jabar bernomor 362/KPP.13-BPBD/2020 terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan tanggal 7 Januari 2020.

Selain itu, Emil mengatakan, 10 dari 13 desa terisolasi akibat banjir dan longsor di Bogor sudah dapat diakses. Dia memastikan, pada dua hari ke depan, tiga desa lainnya yang masih terisolasi bisa dikunjungi dengan begitu, bantuan logistik ke-13 desa itu sudah mulai tersalurkan.

"Sekitar 70 persen yang terisolasi sekarang sudah terbuka dan sisa dua hari lagi bisa 100 persen. Jadi bantuan untuk yang terbuka sudah pakai darat, kecuali yang belum masih pakai helikopter seharinya 3 kali," katanya.

Menurut Emil, Presiden RI meminta kepada semua daerah untuk mewaspadai curah hujan tinggi pada 10-11 Januari 2020."Kami diminta mengantisipasi tanggal 10-11 Januari. Kemungkinan bakal ada hujan besar, tapi mudah-mudahan tidak sebesar yang tanggal satu," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan pembangunan bendungan Sukamahi dan Ciawi di Bogor akan dipercepat. "Bendungan akan dipercepat dan bendungan baru juga akan dibangun. Mudah-mudahan bisa mengantisipasi baik di daerah Banten, Jabar, atau DKI Jakarta," kata Emil.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA