Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Tinjau Lokasi Bencana Lebak, Mentan Serukan Persaudaraan

Rabu 08 Jan 2020 22:28 WIB

Rep: Alkhaeledi Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Mentan di Lebak.

Mentan di Lebak.

Foto: Dok Kementan
Mentan mengunjungi daerah terdampak banjir di Lebak.

REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK--Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi daerah terdampak banjir bandang di Lebak, Banten pada Selasa (7/1).

Dalam kunjungannya, ia menyebut bahwa saat bencana terjadi, selain disikapi dengan instropeksi diri, peristiwa bencana juga menjadi momen yang harusnya meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

"Bencana adalah peringatan dari Tuhan agar kita terus memperbaiki diri. Tentu setiap saat ada hal hal yang harus kita tingkatkan, minimal menghadirkan rasa persaudaraan dan persatuan," ujar Syahrul yang didampingi Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sukasari, Selasa (7/1).

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Kampung Nunggul, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Bantuan ini diberikan, terutama kepada masyarakat yang bermukim di tiga desa terparah yakni Sajira, Sukasari dan Lebakgedong.

Mentan juga menyebut bahwa bantuan ini merupakan upaya negara dalam mengajak semua pihak agar merasa empati terhadap kepentingan bangsa dan negara. Namun Syahrul berharap, masyarakat Lebak kembali pulih dan ia berjanji akan membantu merevitalisasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana dengan mengirim bantuan bibit dan benih.

"Tentu saja revitalisasi adalah bagian dari proses yang akan kita lakukan ke depan. Tapi yang terpenting saat ini adalah memulihkan semangat warga Lebak, terutama para petani agar memulai bercocok tanam. Yang pasti, lahan pertanian harus dipulihkan," katanya. 

Syahrul menambahkan, sektor pertanian harus menjadi konsep pendidikan dan edukasi yang baik untuk menghidupkan perekonomian masyarakat luas. Pertanian, lanjut Syahrul, harus menjadi pilihan pasti dalam mendorong hadirnya kesejahteraan.

"Saya katakan bahwa pertanian itu punya backup yang cukup untuk kehidupan masyarakat. Tentu kita berharap pertanian di Kabupaten Lebak lebih kuat dan lebih baik. Yang paling penting pertanian harus menjadi energi masyarakat sebagai suatu konsep dalam menghadirkan kesejahteraan," katanya.

Kementan juga melakukan nota kesepahaman (MoU) peningkatan produksi dan akselerasi ekspor komoditas perkebunan di Kantor Bupati Lebak. Kesepakatan  ini diharapkan dapat menekan angka rentan rawa pangan di Lebak dan wilayah Banten. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA