Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pigijo Targetkan 180 Ribu Transaksi Usai IPO

Rabu 08 Jan 2020 13:43 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (Perseroan), resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode saham PGJO ini merupakan marketplace pertama yang melantai di BEI melalui Papan Akselerasi, Rabu (8/1)

Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (Perseroan), resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode saham PGJO ini merupakan marketplace pertama yang melantai di BEI melalui Papan Akselerasi, Rabu (8/1)

Foto: Republika/Retno Wulandhari
Digandeng Kementerian Pariwisata, Pigijo optimistis bisa membawa wisman ke Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar elektronik untuk wisata, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (Pigijo), menargetkan 180 ribu transaksi pada 2020. Target tersebut ditetapkan seiring resminya perusahaan menjadi perusahaan publik pada Rabu (8/1).

Baca Juga

Direktur Utama Pigijo, Claudia Ingkiriwang, mengatakan perusahaan membidik wisawatawan mancanegara (wisman) untuk mencapai target tersebut. Dalam rangka itu, Pigijo akan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.

"Kami berharap dari segmen market yang dicanangkan Kemenpar, 10-20 persen wisman yang datang ke Indonesia akan menggunakan fitur Pigijo," kata Claudia, Rabu (8/1).

Claudia optimistis, Pigijo dan Kemenpar ke depannya bisa saling memberi keunguntungan. Claudia mengaku Kemenpar sangat membantu dalam pengembangan bisnis Pigijo. Platform Pigijo sendiri akan membantu para wisman yang datang ke Indonesia.  

Kemenpar, menurut Claudia, turut memberi dukungan melalui perluasan jaringan, khususnya kepada mitra lokal. Claudia mengatakan saat ini setidaknya sudah ada 3500 mitra yang sudah terhubung dengan Pigijo. 

Claudia mengakui, salah satu tantangan dalam pengembangan bisnisnya yaitu rendahnya kemampuan mitra untuk mengelola inventaris dalam bentuk digital. Sehingga, diperlukan upaya untuk memperkuat mitra dari sisi teknologi. 

"Mitra ini yang harus kita perkuat dan tingkatkan dari sisi penggunaan teknologinya," kata Claudia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA