Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Hidup tak Tenang di Musim Penghujan

Rabu 08 Jan 2020 05:19 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah warga melintasi lumpur akibat longsor di Kampung Banar, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1).

Sejumlah warga melintasi lumpur akibat longsor di Kampung Banar, Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/1).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga di kawasan longsor pascabanjir masih was-was tiap hujan turun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam beberapa pekan ke depan, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih mewaspadai dampak dari cuaca ekstrim di sejumlah wilayah di Indonesia. Di pergantian tahun baru, bencana banjir pun telah terjadi di sejumlah daerah, sebut saja Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan juga sebagian wilayah Banten.

Salah satu wilayah yang terparah diterjang bencana alam banjir bandang disertai longsor yakni Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dan juga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Ribuan warga terdampak bencana alam ini dan harus mengungsi. Ribuan rumah pun mengalami kerusakan dan bahkan hanyut diterjang banjir bandang. Fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, rusak. Aktivitas warga lumpuh. Bahkan tak sedikit desa yang terisolir lantaran akses jalan yang terputus tertutup tanah longsor.

Masih turunnya hujan pascabencana membuat warga khawatir. Warga masih takut bencana longsor dan banjir akan kembali terjadi mengingat wilayah yang mereka tinggali merupakan daerah rawan longsor.

"Masih takut, masih khawatir karena masih turun hujan," kata Hamim (56) warga Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pascabencana terjadi, hujan masih terus menerus mengguyur wilayah itu. Bahkan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung proses pembukaan akses jalan desa yang terisolir, hujan lebat sempat turun.

Presiden Jokowi sebelumnya, telah menginstruksikan agar pemerintah segera membuka akses jalan yang membuat sejumlah desa terisolir akibat bencana alam.

Untuk menuju Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya sangat sulit. Di sepanjang jalan mendekati wilayah desa terdampak masih terlihat bekas longsoran. Rombongan juga melewati jalan yang rawan longsor.

Tampak tanah merah yang bercampur lumpur memenuhi jalan sehingga sangat licin dan berbahaya, jalan pun tampak rusak. Dampak bencana longsor dan banjir masih terlihat jelas di wilayah ini.

Asep (22) warga Babakan Tajur berharap agar rumahnya dapat kembali dibangun. Rumahnya menjadi salah satu yang terdampak banjir bandang. Keluarganya pun mengungsi di posko utama di kantor desa.

"Bantuan sudah datang di posko semua. Jalan yang sudah dibuka baru sampai di sini. Yang desa atas masih proses dibuka aksesnya," ungkapnya.

Menurut Asep, banjir yang menghantam desanya merupakan luapan dari Sungai Ci Durian dan Sungai Cibarengkok.

Untuk mengantisipasi bencana serupa, pemerintah akan merelokasi warga yang terdampak banjir dan longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor. Jokowi mengatakan relokasi pemukiman warga akan dilakukan kurang lebih 2 km dari lokasi bencana.

"Beberapa tadi sudah sampaikan untuk masyarakat yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke kurang lebih 2 km dari situ. Ini nanti agar disiapkan dulu oleh Bupati Kabupaten Bogor," jelas Jokowi.

Kecamatan Sukajaya merupakan daerah rawan longsor yang sangat berbahaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Bahkan menurut pantauan Jokowi dari helikopter pada Ahad (5/1) kemarin, longsor yang terjadi di Sukajaya ada di ratusan titik.

"Kemarin kita lihat dari helikopter sangat kelihatan sekali, yang longsor itu bukan hanya puluhan, tapi ratusan. Ini baru pada tahap diselesaikan, dibersihkan, terutama yang terisolir," jelas dia.

Proses relokasi pemukiman warga ini akan dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor bertanggung jawab mencari lahan relokasi. Sedangkan, pembangunan pemukiman akan dilakukan oleh Kementerian PUPR.

"Tadi yang untuk Kabupaten Bogor, rumahnya dari nanti kementerian PU, lahannya tadi lurah dan camat menunjuk lahannya PT P. Kalau lahan PT P berati lebih mudah, pusat lagi," jelasnya.

Presiden pun meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA