Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pemprov Sumbar Terus Validasi Data Korban Wamena

Selasa 07 Jan 2020 21:05 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menemui ratusan warga perantau di Makodim  Wamena, Ahad (29/9) .

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat menemui ratusan warga perantau di Makodim Wamena, Ahad (29/9) .

Foto: Dok Pemprov Sumbar
Validasi data ini terus dilakukan supaya penyerahan bantuan dapat tepat sasaran.

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN -- Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Syaifullah mengatakan masih terus melakukan validasi data perantau asal Sumbar yang menjadi korban kemanusiaan di Wamena, Papua pada September 2019 lalu. Menurut Syaifullah, validasi data ini terus dilakukan supaya penyerahan bantuan dapat tepat sasaran.

"Kami masih tetap mengupayakan bantuan kepada korban yang selamat. Kami terus mendata," kata Syaifullah, Selasa (7/1).

Syaifullah menambahkan dana bantuan yang dihimpun Pemprov dari berbagai elemen masyarakat termasuk perantau Sumbar sudah diserahkan ke ratusan perantau Minang korban tragedi Wamena.

Kemarin, Selasa (6/1) Pemprov menyerahkan bantuan senilai Rp 2,6 miliar. Penyerahan bantuan tersebut ada dua tempat yaitu Bank Nagari cabang Painan sebanyak 105 korban dengan total Rp2,1 miliar dan Bank Nagari capem Kambang, sebanyak 25 korban Rp 500 juta. Penyerahan bantuan dilakukan melalui Bank Nagari untuk korban yang toko atau rumahnya terbakar, masing-masing senilai Rp 20 juta.

Pemberian bantuan  kemarin menurut Syaifullah adalah yang ketiga kalinya. Pertama penyerahkan bantuan berupa uang saku dalam penyambutan kedatangan korban Wamena di Bandara Internasional Minangkabau. Dengan rincian dewasa 584 orang dengan uang saku Rp 1 juta per orang dan anak-anak 278 orang uang saku Rp 500 ribu.

Kedua bantuan pemulangan perantau dengan pesawat dari Wamena sampai ke Bandara Internasional Minangkabau dan bantuan korban kebakaran rumah dan ruko buat perantau yang menetap di Wamena.

Selain membantu dalam bentuk uang, Pemprov Sumbar dan juga Pemkab Pesisir Selatan menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak perantau Wamena yang pulang ke Sumbar dengan membantu pakaian sekolah dan kesempatan menumpang belajar atau pindah permanen ke sekolah-sekolah di kampung halaman masing-masing.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA