Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Alasan Hodak Pilih Pinangan PSM Makassar

Selasa 07 Jan 2020 16:22 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agung Sasongko

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin (kiri) berfoto bersama pelatih baru PSM Makassar Bojan Hodak (kanan) saat konferensi pers di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/1/2020).

CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin (kiri) berfoto bersama pelatih baru PSM Makassar Bojan Hodak (kanan) saat konferensi pers di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/1/2020).

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Hodak mengagumi fanatisme suporter PSM Makassar yang begitu besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih anyar PSM Makassar, Bojan Hodak mengaku tak ragu menerima pinangan PSM Makassar. Menurutnya, Juku Eja merupakan salah satu tim kuat di Indonesia.

Baca Juga

"Saya mencoba mencari tim kuat dan saya lihat PSM Makassar adalah lima tim terkuat di Indonesia," kata dia dalam laman resmi PSM Makassar, Selasa (7/1).

Dikatakan Hodak, saat bertemu dengan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, negosiasi tak lebih dari lima menit.

"Saya ketemu Bapak Munafri untuk melihat target dan visi mereka. Dalam lima menit saya ambil keputusan dan saya percaya saya bisa memberikan sesuatu untuk tim ini," kata Hodak.

Begitu pun, ketika Munafri menyodorkan nama-nama asistennya. Hodak mengiyakan, sebab mereka adalah mantan pemain. Hodak bakal dibantu tiga asisten plus satu pelatih kiper. Mereka adalah Herrie Setyawan, Syafril Usman dan Bahar Muharram. Mantan penjaga gawang timnas dan PSM, Hendro Kartiko menjadi pelatih kiper.

"Saya langsung setuju karena mereka adalah mantan pemain. Itu syarat utama saya dalam memilih asisten," ungkapnya.

Hodak mengagumi fanatisme suporter PSM Makassar yang begitu besar.  Sebagai klub tertua di Indonesia, PSM Makassar memiliki suporter yang begitu besar. Hal ini membuat kandang tim berjuluk Juku Eja, Stadion Andi Mattalatta selalu dipenuhi ribuan pendukung. Begitupun saat away, suporter PSM tak pernah absen memberi dukungan.

"Atmosfer di liga Indonesia dan Malaysia mirip. Kecintaan terhadap sepak bola sangat kuat. Suporter yang datang memenuhi stadion sangat penting untuk tim," kata Hodak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA