Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Begini Antisipasi Kota Sukabumi Hadapi Risiko Bencana

Senin 06 Jan 2020 23:03 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agung Sasongko

Satu rumah warga rusak diterjang longsor dan satu meninggal dunia di Kampung Cidadap RT 10 RW 02 Desa Muaradua Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/12) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Satu rumah warga rusak diterjang longsor dan satu meninggal dunia di Kampung Cidadap RT 10 RW 02 Desa Muaradua Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/12) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Kota Sukabumi perlu melakukan pemetaan risiko bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami
mengimbau pentingnya pemetaan risiko bencana di wilayah masing-masing. Selanjutnya membuat posko pemantauan cuaca tingkat kota dan disiapkan penyusunan tanggap bencana di tiap daerah diketuai BPBD.

Selain itu sambung Zulkarnain, membuat langkah-langlah sejak dini untuk antisipasi bencana. Terakhir peningkatan kualitas lingkungan untuk mencegah bencana karena biasanya terjadi karena kerusakan lingkungan.

Kesiapiagaan bencana di Kota Sukabumi tutur Zulkarnai diawali apel siaga bencana, pemantauan ke lokasi bencana, tersedia posko kesiapsiagaan bencna tingkat kota. Di samping itu ketika terjadi bencana semua stakeholder untuk turun bersama dan antisipasi berita hoaks terhadap kejadian bencana.

Sebelumnya, Polres Sukabumi Kota menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam bersama unsur terkait lainnya, Rabu (1/1) sore. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya intensitas hujan yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

''Polres menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana bersama dengan instansi lain,'' ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo kepada wartawan. Di antaranya Kodim, Badan Penanggulangan Bencana Daeraj (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), camat dan PMI.

Apel ini ungkap Wisnu, untuk mengecek kesiapsiagaan alat dan personel. Sehingga ketika ada banjir dan longaor bisa langsung terjun membantu penanganan bencana.

Di mana petugas disiapkan di mapolres yang berunsur dari sabhara dan elemen lainnya siaga 1× 24 jam. Elemen lainnya juga menyiapkan hal serupa.

Wisnu menuturkan, potensi terjadinya bencana cukup besar karena intensitas hujan tinggi. Apalagi sebagian wilayah Sukabumi tekstur tanahnya berbukit. Apel ini juga menyikapi kondisi bencana banjir di Jakarta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA