Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

BNPB-BPPT Tebar Garam untuk Modifikasi Cuaca

Senin 06 Jan 2020 22:40 WIB

Red: Agung Sasongko

Hujan deras/ilustrasi

Hujan deras/ilustrasi

Foto: Flickr
Penembaran garam bertujuan mempercepat penurunan hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menebarkan sebanyak 25,6 ton atau 25.600 kilogram NaCl atau garam selama operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak 3-6 Januari 2020. Penembaran garam bertujuan mempercepat penurunan hujan agar hujan turun sebelum mencapai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Penebaran garam itu dilakukan melalui 16 sortie penerbangan yang mana menggunakan pesawat CN-295 dan 8 Casa 212-200 yang masing-masing melakukan 8 sortie penerbangan.

"Hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek berkurang baik durasi maupun intensitasnya," kata Kepala BPPT Hammam Riza di Jakarta, Senin (6/1).

Adapun penyemaian awan untuk mempercepat penurunan hujan tersebut wilayah-wilayah di barat, barat daya dan barat laut Jabodetabek, yakni meliputi Perairan Barat Pandeglang, Barat Daya Pandeglang, Selat Sunda, dan Perairan Timur Lampung hingga Sebagian wilayah Teluk Jakarta.

Hammam menuturkan pertumbuhan awan-awan didominasi dari wilayah Upwind dari Jabodetabek. Pertumbuhan awan cukup besar dan masih terjadi hujan dikarenakan wilayah sekitar target merupakan daerah konvergensi angin sehingga menyebabkan pertumbuhan awan cukup cepat, dan kemudian masih memicu hujan-hujan masih terjadi di wilayah Jabodetabek namun dengan intensitas yang masih tidak terlalu tinggi untuk bisa menyebabkan banjir.

Untuk operasi TMC pada Senin (6/1), BNPB dan BPPT telah menebarkan 6.400 kg atau 6,4 ton NaCl atau garam. BPPT melakukan empat sorti penerbangan yang membawa bahan material untuk operasi TMC dengan menggunakan pesawat jenis CN 295 dan Casa 212-200 pada SeninSenin (6/1). Area semai mencakup barat daya, barat dan barat laut Jabodetabek.

"Penyemaian material TMC bertujuan untuk mengalihkan potensi awan hujan sebelum hujan lebat masuk ke wilayah Jabodetabek," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Senin (6/1).

BPPT melaporkan pertumbuhan awan didominasi faktor adveksi awan di wilayah barat daya, barat dan barat laut wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan awan tampak pada Senin pagi hingga sore.

Berdasarkan laporan TMC pada Senin sore, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek.

Sementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek per Senin (6/1) adalah sebanyak 67 orang dan satu masih dinyatakan hilang.

Terkait potensi cuaca ekstrem sepekan ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya, seperti banjir bandang, longsor, angin kencang atau pun angin puting beliung

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA