Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Ners UMM Raih Peringkat I Uji Kompetensi Jawa Timur

Senin 06 Jan 2020 17:18 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Program Studi (Prodi) Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih sertifikat penghargaan terbaik peringkat I Regional Jawa Timur dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI).

Program Studi (Prodi) Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih sertifikat penghargaan terbaik peringkat I Regional Jawa Timur dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI).

Foto: Dok Humas UMM
Keberhasilan ini juga lantaran dipersiapkan secara matang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Program Studi (Prodi) Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih sertifikat penghargaan terbaik peringkat I Regional Jawa Timur dalam Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Peringkat uji kompetensi ini merupakan kedua kalinya dicapai Prodi Profesi Ners UMM.

Sekretaris Prodi Profesi Ners UMM, Nur Aini menilai, keberhasilan prodinya tidak luput dari kerjasama berbagai pihak. "Dimulai dari pimpinan fakultas, kemudian prodi, dosen keperawatan maupun clinical instructure dari rumah sakit (RS) yang telah membimbing mahasiswa selama praktik profesi Ners,” kata Nur Aini, Senin (6/1).

Menurut Nur Aini, keberhasilan ini juga lantaran dipersiapkan secara matang. Salah satunya melalui penyelenggaraan uji coba. Sebelumnya, prodinya sempat mengadakan uji coba sebanyak enam sampai delapan kali secara daring.

Soal yang diujicobakan secara internal berjumlah 180 buah. Soal-soal tersebut telah disesuaikan dengan kompetensi Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Selain itu, prodinya juga mengadakan kegiatan pembahasan soal yang dibimbing langsung oleh Dosen Keperawatan selama satu pekan.

"Selain try out internal yang diselenggarakan oleh prodi, mahasiswa juga kita wajibkan mengikuti try out nasional yang diselenggarakan langsung oleh AIPNI," ungkapnya.

Pada pelaksanaan praktik, Prodi Profesi Ners UMM mengirim mahasiswanya ke rumah sakit yang terakreditasi A, B, serta C. Dengan cara ini, kasus yang dipelajari oleh mahasiswa lebih bervariasi.

Sementara soal-soal yang diujikan dalam UKNI berhubungan dengan kasus-kasus penyakit yang didapatkan selama pembelajaran di rumah sakit.  “Seringnya berlatih mengerjakan soal, maka akan menambah pemahaman,” ujar Nur Aini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA