Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Australia Evakuasi Orang-Orang yang Terjebak Kebakaran Hutan

Senin 06 Jan 2020 09:57 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Pemerintah Australia mengevakuasi orang-orang yang terjebak kebakaran hutan berhari-hari. Ilustrasi.

Pemerintah Australia mengevakuasi orang-orang yang terjebak kebakaran hutan berhari-hari. Ilustrasi.

Foto: AAP Image/Dan Himbrechts/via REUTERS
Pemerintah Australia mengevakuasi orang-orang yang terjebak kebakaran berhari-hari

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pemerintah Australia menggunakan jeda kebakaran hutan pada Senin (6/1) ini untuk membuka jalan yang terblokir dan mengevakuasi orang-orang yang terjebak selama berhari-hari. Sudah 24 orang meninggal dalam kebakaran hutan yang mulai terjadi pada bulan September lalu.

Hari kedua hujan ringan dan angin dingin membawa sedikit kelegaan dari gelombang panas dari kebakaran hutan yang menghancurkan dua negara bagian di Australia pada akhir pekan. Pemerintah memperingatkan cuaca buruk diperkirakan akan kembali pada pekan ini.

"Tidak ada ruang untuk kepuasan," kata Perdana Menteri negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian, Senin (6/1).

Masih ada dua orang yang hilang di New South Wales. Sebanyak 130 kebakaran juga berkobar di negara bagian itu walaupun tidak di level tinggi.

Pihak berwenang Australia menggandakan upaya mereka untuk memasok persediaan dan repatriasi ribuan orang yang terjebak. Orang-orang itu terjebak garis api di kota-kota pinggir pantai selama beberapa hari. 

"Pagi ini tentang pemulihan, memastikan orang-orang yang mengungsi memiliki tempat aman (untuk pergi) dan memastikan kami memiliki sumber daya untuk melakukan pembangunan di jalan untuk membersihkan jalanan, membersihkan puing-puing yang ada," kata Berejiklian.

Warga Jindabyne di Pegunungan Snowy, Dean Linton, menggunakan jeda dari ancaman langsung kebakaran hutan untuk mengunjungi kotanya dengan istri dan empat anak mereka. Keluarga itu sudah dievakuasi ke Sydney.

Linton melakukan perjalanan pulang pergi sejauh 870 kilometer. Ia menggunakan perjalanan itu untuk mengambil generator pompa pemadam kebakaran yang akan membantunya melindungi rumah keluarganya.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA