Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Kebakaran Hutan Ancam Pulau Kanguru yang Kaya Satwa

Senin 06 Jan 2020 09:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Pulau Kanguru kerap menjadi tempat pengungsian binatang-binatang yang terancam punah. Ilustrasi.

Pulau Kanguru kerap menjadi tempat pengungsian binatang-binatang yang terancam punah. Ilustrasi.

Foto: Kelly Barnes/EPA-EFE
Pulau Kanguru kerap menjadi tempat pengungsian binatang-binatang yang terancam punah

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Pulau Kanguru di Australia kerap menjadi tempat pengungsian binatang-binatang yang terancam punah. Tapi kebakaran hutan dalam beberapa hari telah menghancurkan kerja konservasi selama beberapa dekade di Pulau Kanguru.

Api juga membuat fauna-fauna unik di pulau tersebut terancam. Pakar yang bekerja di pulau tersebut mengatakan api telah menewaskan ribuan koala dan kangguru. Belum diketahui jumlah spesies hewan berkantung itu yang selamat dari kebakaran.

Selain itu juga belum diketahui berapa banyak kakatua hitam langka yang berhasil lolos dari kobaran api. Masa depan pulau itu juga tidak jelas setelah habitat berbagai binatang habis terbakar.

Berada di lepas pantai Selatan Australia, Pulau Kanguru lebih besar 50 persen dari dari Pulau Rhode dan rumah bagi 4.500 orang. Pariwisata lingkungan di pulau itu sedang bangkit. Tapi kebakaran hutan yang menghancurkan Australia membakar sepertiga pulau itu.

Kebakaran di Pulau Kanguru menewaskan seorang ayah dan putranya. Api hanya meninggalkan tanah gersang dan kehancuran bagi masyarakat setempat. Orang-orang berebut untuk membantu binatang-binatang unik yang ada di pulau tersebut.

"Merawat semua binatang ini cukup luar biasa, namun kami telah banyak terlalu jauh, kami melihat tangan kangguru dan koala terbakar, mereka tidak memiliki pilihan, ini cukup emosional," kata pemilik Taman Satwa Pulau Kanguru Sam Mitchelle seperti dilansir ABC News, Senin (6/1).

Terinspirasi oleh pakar satwa liar almarhum Steve Irwin, Mitchelle dan istrinya Dana membeli taman komersial tujuh tahun yang lalu. Mereka sudah merenovasi tempat itu dan menyelamatkan binatang.

Pada Jumat (3/1) malam api mendekat, Dana lari bersama bayi pasangan itu yang berusia 18 bulan, Conor. Sam tetap tinggal untuk mempertahankan taman dan mimpi mereka. Perubahan arah angin menyelamatkan taman tersebut dari kobaran api. 

Mitchelle mengatakan api telah membunuh ribuan koala di pulau tersebut. Sebagian besar karena koala di Pulau Kanguru bebas penyakit sementara koala di pulau utama Australia menderita penyakit chlamydia.

Mitchelle dan Dana saat ini merawat sekitar 18 koala yang terbakar. Mereka terpaksa melakukan euthanasia ke banyak koala.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA